Padang, Arunala - Bayi satu badan dengan kepala dua lahir di RSUD Dokter Sadikin Padusunan Kota Pariaman, Rabu (21/9), menyita perhatian publik.
Sebab, kasus kembar siam dengan satu badan dan dua kepala masih cukup jarang terjadi. Lantas kenapa bayi bisa lahir satu badan dua kepala?
"Dia terjadi karena gangguan pembelahan. Terjadinya sudah agak lama bukan di awal-awal pembelahan. Gangguan pembelahan delay, sehingga kembarnya dempet," kata Ketua Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM, kepada Arunala.com, Kamis (22/9).
Ia menjelaskan, kembar siam (kembar monozigot) terjadi ketika telur yang dibuahi membelah dan berkembang menjadi dua individu.
"Delapan sampai 12 hari setelah pembuahan, lapisan embrio yang akan terbelah membentuk kembar monozigot mulai berkembang menjadi organ dan struktur tertentu," ucap dokter spesialis kandungan ini.
Nah, pembelahan yang terjadi pada kembar siam atau dempet terjadi terlambat setelah masa pembelahan tersebut. Pembelahan embrio yang akan menjadi kembar siam terjadi di atas 12 hari setelah pembuahan, membuat pemisahannya berhenti sebelum proses selesai. Sehingga masih ada bagian tubuh yang menyatu.
"Pada prinsipnya, gangguan pembelahan ada yang thorachophagus (dempet di dada), abdomen (dempet di perut), ada yang kepala. Pada kasus ini (1 badan 2 kepala), terjadi di torak dan perut, sehingga yang misah cuma kepalanya," tutur Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP Dr M Djamil Padang ini.
Selain karena gangguan pembelahan, Dovy Djanas mengatakan terjadinya kembar siam dengan satu sel telur tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan hanya pemisahan atau operasi setelah lahir.
Itu pun tergantung pada organ mana saja yang dempet, tingkat kesulitan dan besarnya risiko apalagi dilakukan operasi.
"Ini butuh pendalaman, harus dilihat persis organ-organ apa saja yang dempet," ujar Dovy.
Ia mengatakan bayi kembar siam ini bisa terdeteksi pada masa awal kehamilannext


Komentar