Padang, Arunala.com - Duta Besar RI untuk Myanmar Komjen Pol (Purn) Prof Iza Fadri beserta istri pasca kecelakaan, masih menjalani perawatan intensif di ruangan Anyelir, Embun Pagi, RSUP M Djamil Padang.
Direncanakan tiga hari ke depan, dubes beserta istri akan menjalani operasi.
"Kondisi sekarang mulai membaik. Ini berkat layanan RSUP M Djamil. Kemarin pada saat datang sudah dilakukan tindakan sehingga kaki saya dislokasi sudah baik dan tidak terasa sakit lagi," kata Duta Besar RI untuk Myanmar, Komjen Pol (Purn) Prof Iza Fadri, kepada Arunala.com, di ruangan Anyelir 1 Embun Pagi RSUP Dr M Djamil Padang, Selasa (4/10).
Ia mengatakan dirinya juga mengalami patah pada tangan kanan.
"Istri saya juga mengalami patah pada tangan kiri. Mungkin tiga hari lagi menjalani operasi," sebutnya.
Dari pemeriksaan dokter, tutur Prof Iza Fadri, kondisi kepala, badan dan internal tidak mengalami masalah. Cuma luka luar.
"Kenapa kaki dan tangan saya kena, karena nahan agar tidak melayang," ungkap Prof Iza Fadri.
Ia menegaskan pelayanan RSUP M Djamil sangat membantu dia dan istrinya.
"Saya datang ke sini, tim dokter langsung mengambil langkah-langkah preventif. Apalagi tindakan pertama itu menentukan dengan kondisi usia saya sudah 60 tahun," ucapnya.
Ia juga menjelaskan kedatangannya ke Sumbar sejak Sabtu (1/10) dalam rangka tugas.
Sebagaimana dirinya sebagai duta besar, kedatangannya ke Sumbar untuk diplomasi dan menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan.
"Karena kita mempunyai sekolah internasional di sana, sehingga kita mengirimkan mahasiswa Myanmar untuk mendapatkan pendidikan di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand). Saat ini, UNP dan Unand sudah menerima 8 dan 9 mahasiswa Myanmar," ungkapnya.
Ia mengatakan nanti diharapkan,, mereka setelah kembali ke Myanmar, dapat menambah diplomasi Indonesia dengan Myanmar.
"Tak hanya UNP dan Unand, Universitas di Jambi juga melakukan hal sama menerima juga mahasiswa Myanmar," paparnyanext


Komentar