RSUP M Djamil Terima Kunker Komisi IX DPR RI: Dua Pasien GGAPA masih Dirawat, Stok Obat Tersedia 13 Vial

Metro- 09-11-2022 21:58
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyerahkan cinderamata kepada Plt Dirut RSUP M Djamil Padang, Dr dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA (K) MARS, di aula lantai IV RSUP M Djamil Padang, Rabu (9/11). (Dok : Istimewa)
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menyerahkan cinderamata kepada Plt Dirut RSUP M Djamil Padang, Dr dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA (K) MARS, di aula lantai IV RSUP M Djamil Padang, Rabu (9/11). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - RSUP Dr M Djamil Padang menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di aula lantai IV, Rabu (9/11).

Kedatangan mereka merupakan kunjungan kerja spesifik membahas pengawasan penanganan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak.

"Kasus ginjal akut progresif atipikal di Sumbar tercatat 28 kasus. Dimana 26 orang dirawat di RSUP M Djamil Padang. Hingga saat ini dua orang masih menjalani perawatan. Satu pasien meninggal di RSUD Mentawai dan satu meninggal di RSUD dr Rasidin," kata Plt Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dr dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA (K) MARS, saat memberikan pemaparan.

Ia menyebutkan dari 26 pasien itu, pasien sembuh sebanyak 8 orang, 12 orang meninggal, 3 pulang atas permintaan sendiri (1 sembuh, 1 meninggal dan 1 tidak ada kabar).

"Dan satu pasien terdiagnosa glomerulo nefritis akut streptoccocus pada 5 November," sebutnya.

Yusirwan menyebutkan pihaknya mengirimkan 11 sampel toxikologi ke Labfor Riau dan Labkesda DKI. Dari 11 sampel itu, 6 sampel dikirim ke Labfor Riau positif ethylen glicol. 5 sampel dikirim ke Labkesda DKI, 4 sampel positif ethylen glicol dan satu negatif.

"Ini menunjukkan ethylen glicol termasuk zat beracun. Dan peningkatan secara akumulatif di tubulus ginjal. Akumulasi metabolit asam organik, terutama asam glikolat, dapat menghasilkan penumpukan asam dalam darah yang meningkat. Zat-zat beracun ini pertama-tama akan memengaruhi sistem saraf pusat, kemudian sistem kardiopulmoner, dan akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Yakni kondisi ketika ginjal berhenti berfungsi secara tiba-tiba. Itulah mengapa, keracunan etilen glikol yang tidak diobati bisa mengakibatkan kematian," ungkapnya.

Ia mengatakan RSUP dr M Djamil telah melakukan pengajuan permintaan obat penawar, fomepizole ke Direktur Jenderal Pelayanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes.

"Secara bertahap kami menerima obat penawar fomepizole, dan langsung digunakan kepada pasien gagal ginjal akut. Jumlah total yang kami terima yakni 20 vial dan yang sudah digunakan 7 vial. Stok obat yang tersedia 13 vial," sebut Yusirwannext

Komentar