Ditopang Layanan Digital: 2022, Laba Bersih Bank Nagari Rp481,18 M

Ekonomi- 24-01-2023 18:33
Wagub Sumbar Audy Joinaldy bersama jajaran Komisaris beserta Direksi Bank Nagari. (Foto : Fajril)
Wagub Sumbar Audy Joinaldy bersama jajaran Komisaris beserta Direksi Bank Nagari. (Foto : Fajril)

.

Sementara untuk total DPK tahun 2022 terealisasi Rp24,56 triliun dengan capaian 102,28 persen dari target.

Terdiri dari DPK konvensional Rp21,50 triliun dan DPK syariah Rp3,06 triliun yang mendorong share DPK syariah terhadap total naik dari 10,81 persen pada tahun 2021 menjadi 12,44 persen pada tahun 2022.

Berdasar komposisi, total DPK tahun 2022 terdiri dari giro sebesar Rp3,01 triliun, tabungan Rp8,24 triliun, dan deposito Rp13,30 triliun.

Sehingga CASA bank tahun 2022 sebesar 45,84 persen dengan LDR sebesar 91,50 persen yang masih di dalam rentang treshold perbankan.

"Hasil kinerja bank pada tahun 2022 berdampak pada capaian rasio kinerja bank.Yaitu ROA 2022 2,12 persen di atas target 2,16 persen dan ROE 2022 14,46 persen di atas target 13,97 persen. Antara lain dipengaruhi oleh laba bersih Rp 481,18 miliar atau Rp 17,25 miliar (103, 72 persen) dari target," sebutnya.

Kemudian, NIM 2022 7,09 persen di atas target 6,9 persen. BOPO 2022 79,39 persen lebih efisien dari target 80,41 persen sejalan dengan pendapatan bunga kredit dan efisiensi beban bunga DPK.

"LDR 91,50 persen masih berada dalam rentang treshold perbankan. Namun CAR 2022 21,54 persen sedikit di bawah target 21,66 persen. Antara lain dipengaruhi belum optimalnya jumlah modal disetor yang masih kurang Rp10,36 miliar dari target Rp70 miliar," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy memuji kinerja Bank Nagari pada tahun 2022 menunjukkan tren positif. Mulai laba, aset hingga dana pihak ketiga (DPK), termasuk performance syariah.

"Perkembangan digital Bank Nagari selalu update dan terbaik. Bank Nagari termasuk bank yang cepat adaptasi dan bisa sesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi," kata Audy.

Tetapi ke depan, Bank Nagari harus menangkap peluang.

"Potensi besar itu adalah merangkul perantau Minang di provinsi lain. Mereka adalah potensi untuk menjadi nasabah Bank Nagari baik untuk menyimpan uang maupun kredit. Dengan harapan akan berdampak positif pula kepada perekonomian daerah dan masyarakat," tegas Audy.

Komentar