Padang, Arunala.com -Komisi III DPRD Sumbar bersama pihak manajemen Novotel Bukittinggi kembali rapat bersama.
Rapat ini dihadiri langsung Dirut PT Graha Mas Citra Wisata, Dedi Panigoro yang merupakan pihak pengelola dari Novotel tersebut.
Terlihat juga hadir pimpinan komisi-komisi lain dan pimpinan lintas fraksi, di ruang rapat utama DPRD Sumbar, Jumat (24/2).
Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Ali Tanjung saat membuka rapat tersebut menegaskan bahwa pertemuan dengan manajemen Novotel bukan untuk merecoki investasi di Sumbar.
"Kami tentu ingin investor memiliki iklim investasi yang baik di daerah ini sehingga mereka mau berbondong-bondong untuk membuka usaha dan menanamkan modal mereka di sini," ujarnya.
Dia mengatakan rapat dengan Novotel bertujuan untuk melengkapi data demi menyusun rekomendasi pada pemprov terkait akan berakhirnya kerjasama BOT dengan PT tersebut tahun 2024.
"Kami tidak ada maksud merecoki atau membikin suasana tidak nyaman untuk investor tapi kami ingin melindungi aset kami dengan cara yang terbaik. Jadi kami ingin memberikan rekomendasi agar lahan Pemprov yang dipakai oleh Novotel bisa memberikan PAD yang memadai demi kemajuan dan pembangunan Sumbar," ujarnya.
Hal Senada juga disampaikan oleh ketua komisi 4 yang juga merupakan Ketua Fraksi Golkar, Zul Kennedy Said.
Dia menilai rapat tersebut tidak perlu ada jika Pemprov Sumbar bisa memberikan keterangan yang memadai untuk keperluan DPRD melakukan pengawasan dan menyusun rekomendasi.
"DPRD menjalankan fungsi pengawasan, makanya diundang manajemen novotel untuk meminta data yang lebih cukup demi evaluasi untuk kepentingan kelanjutan kerjasama di masa datang terkait Novotel," katanya.
Secara umum pada rapat tersebut dipertanyakan beberapa hal, salah satunya terkait dana yang didapat Pemprov Sumbar dari manajemen Novotel.
Dalam kerjasama BOT diatur bahwa Novotel memberikan dana kepada pemprov sebesar Rp 40 juta, dan peningkatan setiap tahun jika mengalami kerugiannext


Komentar