.
Lalu ada adendum disebutkan Sumbar menerima 20 persen atau minimal Rp 200 juta jika mengalami kerugian.
Hal inilah yang menjadi salah satu tanda tanya oleh DPRD karena omset Novotel bisa mencapai Rp 30 miliar per tahun namun dalam laporan disebutkan merugi.
Terkait pertanyaan ini Firdaus AB yang merupakan komisaris Utama PT Graha Wisata Citra Wisata mengatakan bahwa memang benar per tahun Novotel selalu mengalami memiliki omset yang cukup besar.
Namun secara pembukuan akuntansi keuntungan tersebut harus diakumulasikan terlebih dahulu dengan biaya-biaya lain termasuk biaya Tbk perusahaan, saham kemudian dikurangi pula oleh biaya-biaya beban biaya yang merupakan untuk cicilan pembayaran pinjaman.
"Pada tahun 2014 kami meminjam dana sebesar 22 miliar pada bank BNI yang kemudian di take over oleh Bank Nagari untuk merenovasi bangunan," paparnya.
Namun kemudian disepakati tidak perlu mendebat masalah tersebut dan meminta bantuan akuntan publik atau BPK.
Terkait dengan dana sebesar Rp 200 hingga Rp 300 juta yang diberikan Novotel kepada pemprov, Dedi Panigoro menilai bahwa jumlah itu timpang dan dia sudah memerintahkan bawahannya untuk membicarakan kembali bersama Pemprov Sumbar.
"Intinya, kami siap saja untuk diajak untuk berbicara menyepakati hal-hal baru," katanya.
Dedi juga menambahkan dengan berakhirnya tahun 2024 kerjasama BOT, PT Graha Mas Citra Wisata akan siap bersaing jika memang ada pihak-pihak lain yang ingin mengambil alih kerjasama dengan pemprov terkait hotel.


Komentar