Padang, Arunala.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar mengadakan rapat sinkronisasi dan koordinasi program dan kegiatan kelautan dan perikanan Sumbar, di gedung DKP, Kamis (23/2).
Rakor tersebut dalam rangka menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan antara kabupaten dan kota di Sumbar.
Kegiatan yang dihadiri kepala dinas terkait se-Sumbar serta UPT dan UPTD ini juga untuk mengakomodir kebutuhan program dan kegiatan di daerah sesuai dengan potensi dan kewenangan.
"Bapak Gubernur berkomitmen untuk mendukung pengembangan kelautan dan perikanan di Sumbar. Saya yakin dan percaya dengan sinergitas dan integritas Pemprov, Pemko/Pemkab serta Pemerintah Pusat akan mampu mengangkat sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu sektor andalan di Sumbar. Pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha perikanan juga pendapatan daerah," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumba, Dr Ir Reti Wafda MTp, saat rakor.
Sumbar, kata Reti, memiliki potensi besar bidang kelautan dan perikanan. Untuk perikanan air tawar tersedia seluas 425.047 hektare (ha) lahan budidaya.
Namun yang baru dimanfaatkan hanya sekitar 11.992 hektare. Tidak hanya itu, dari segi potensi perikanan laut juga tersedia seluas 186.580 km yang juga belum tergarap maksimal.
"Masih sangat besar peluang pengembangan sektor perikanan di Sumbar, baik untuk budidaya maupun tangkap," katanya.
Salah satu contoh potensi besar itu, tutur Reti, pada perikanan budidaya di Sumbar. Dengan komoditi yakni ikan kerapu, ikan garing, udang vaname dan kepiting.
"Untuk potensi budidaya ikan kerapu tersebar di Kabupetan Pesisir Selatan dan Kepualauan Mentawai dengan luas lahan 11.020 ha. Dan, produksi budidaya ini tahun lalu 10,883 ton," paparnya.
Kemudian, potensi budidaya ikan garing tersebar di 18 kabupaten kota. Sementara belum ada berhasil produksi ikan garing.
"Potensi budidaya udang vaname dengan luas tambak termanfaatkan 1012.59/927 petak tambak. Sedangkan potensi luas tambak di Sumbar 7.700 ha," sebutnyanext


Komentar