Sumbar Ekspor 15 Ton Kerapu ke Hongkong

Ekonomi- 13-04-2023 14:13
Wagub Sumbar Audy Joinaldy didampingi Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama Benny Febri dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Dr Ir Reti Wafda MTp, melepas ekspor kerapu di Sungai Nyalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan,
Wagub Sumbar Audy Joinaldy didampingi Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama Benny Febri dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Dr Ir Reti Wafda MTp, melepas ekspor kerapu di Sungai Nyalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan,

Padang, Arunala.com - Potensi hasil perikanan di Sumbar menunjukkan tingkat yang positif. Sebagai buktinya, sebanyak 20 ton ikan kerapu hidup dari Sumbar menembus pasar Hongkong.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy didampingi Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama Benny Febri dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Dr Ir Reti Wafda MTp, melepas ekspor kerapu di Sungai Nyalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (12/4).

Kerapu diekspor dalam kondisi hidup menggunakan kapal laut dengan negara tujuan ekspor Hongkong. Pelepasan ekspor dilakukan di keramba jaring apung milik CV Andalas Samudra Sejati.

Jenis ikan kerapu yang diekspor adalah kerapu cantik dan kerapu cantang, sebanyak 15 ton dengan berat ikan per ekornya antara 500 gram sampai 1 kg. Nilai ekspor ikan kerapu ini sekitar USD150 ribu.

Kerapu yang diekspor ini merupakan hasil budidaya yang dilakukan oleh pihak CV Andalas Samudera Sejati dan juga hasil budidaya dari para pembudidaya ikan yang ditampung oleh perusahaan tersebut.

Selain ikan kerapu cantang dan cantik ada lagi ikan kerapu bebek yang memiliki nilai jual lebih tinggi sekitar Rp. 450.000,- per kg yang saat ini pemasarannya melalui pesawat udara.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi menyambut baik pelaksanaan ekspor ini yang akan ikut mendorong peningkatan perekonomian para pelaku usaha perikanan budidaya. Sekaligus menyumbangkan devisa terhadap negara.

"Kami berharap dengan lancarnya pelaksanaan ekspor ikan kerapu akan menumbuhkan kembali semangat pembudidaya ikan untuk melakukan usaha budidaya ikan kerapu," harapnya.

Wakil Gubernur pada kesempatan itu juga menyerahkan Health Certificate (HC) yang dikeluarkan oleh BKIPM kepada Adi dari CV Andalas Samudera Sejati, yang merupakan salah satu dokumen yang diperlukan untuk ekspor.

Permintaan pasar internasional terhadap ikan kerapu cukup tinggi, potensi lahan untuk budidaya laut cukup luas sekitar 323.524 hektare. Sementara baru termanfaatkan 50 hektarenext

Komentar