Padang, Arunala.com - Emma Yohanna mendaftarkan diri ke KPU Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (12/5) untuk memastikan kembali ikut bersaing memperebutkan kursi DPD RI pada Pemilu 2024. Emma diantar para simpatisan dan sahabatnya yang menggunakan pakaian serba pink.
Ini merupakan keikutsertaan Emma yang keempat kalinya di DPD RI. Ia mengaku, tugas dan gagasannya di DPD RI belum selesai, sehingga masih perlu dilanjutkan di period ke 4.
"Tentu saja masih sangat banyak yang perlu dilakukan dan belum selesai. Mudah-mudahan masyarakat masih percaya, sehingga saya bisa melanjutkan apa yang menjadi keinginan kita semua demi kemajuan daerah ini," kata Emma kepada wartawan.
Semua persyaratan pencalonan sudah diterima dan dinyatakan lengkap oleh KPU Sumbar.
Untuk diketahui, pada Pemilu 2009, Emma mendapat 203.587 suara atau 9,98 persen. Di Pemilu 2014, mendapat 314.053 suara atau 13,78 persen. Sementara pada Pemilu 2019, Emma menjadi calon yang mendapat suara paling tinggi, yakni 530.834 atau 21.04 persen.
Menariknya, peroleh suara Emma di Pemilu 2019 lalu mengalahkan perolehan suara pasangan Calon Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Sumbar.
"Saya memilih jalur independen, karena saya merasa, saya punya kewajiban sebagai warga daerah, negara dan Sumbar. Hingga saat ini perempuan dari Sumbar belum ada yang bisa mewakili kita di parlemen. Jadi atas dorongan dukungan dari teman-teman dan masyarakat, Alhamdulilah, bisa diwujudkan," kata Emma menyebut alasannya tetap di DPD.
Menurut Emma, DPD jauh berbeda dengan DPR RI. "DPD RI mewakili daerah. Kita maju sebagai independent. Dipercayai masyarakat secara umum, tanpa adanya sekat, apakah itu partai politik, kelompok, golongan dan lain-lain.


Komentar