Sebanyak 112,932 Petugas TPS Akan Jalani Rapid Test

Metro-250 hit 15-11-2020 19:00
KPU Sumbar dan IJTI Sumbar saat gelar sosialisasi pelaksanaan kampanye bersih, di Hotel Pangeran Beach Padang, Minggu (15/11). (Foto : Arzil)
KPU Sumbar dan IJTI Sumbar saat gelar sosialisasi pelaksanaan kampanye bersih, di Hotel Pangeran Beach Padang, Minggu (15/11). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Guna memastikan proses pemungutan suara Pilkada serentak Sumbar 2020 aman dan sehat, semua petugas pemilihan suara yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS), akan jalani rapid test.

Pelaksanaa rapid test bagi petugas TPS diungkapkan Komisioner KPU Sumbar Gebril Daulai kepada wartawan dalam kegiatan sosialisasi pelaksanaan kampanye bersih tanpa politik uang, hoax dan diskriminasi SARA di Hotel Pangeran Beach Padang, Minggu (15/11).

"Rapid test bagi PPS itu merupakan instruksi KPU RI, dan itu harus kami laksanakan pada petugas TPS yang bertugas pada saat hari pencoblosan nanti," kata Gebril.

Baca Juga

Dia menerangkan, secara keseluruhan ada 112,932 orang petugas TPS yang akan jalani rapid test. Petugas ini tersebar di 12,548 TPS yang ada di 1,158 kelurahan/desa di Sumbar.

Untuk pelaksanaan rapid test bagi PPS ini, jelas Gebril dilakukan setelah surat keputusan (SK) penunjukan mereka menjadi petugas TPS dikeluarkan KPU masing-masing kabupaten kota.

"Dalam jadwalnya, SK petugas TPS itu dikeluarkan pada Selasa (24/11) mendatang, baru setelah itu petugas TPS itu akan jalani rapid test," lanjut Gebril.

Jika saat rapid test ada petugas TPS yang reaktif, lanjut Gebril, maka petugas tersebut dilanjutkan dengan uji swab.

"Petugas di sebuah TPS yang dinyatakan positif Covid-19, belum diganti, tapi diberdayakan petugas yang lain. Beda halnya di satu TPS tersebut ada dua orang yang positif, memang dilakukan penggantian agar proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS bisa berjalan dengan lancar," tutur Gebril.

Kemudian untuk tahapan pungut hitung pada 9 Desember nanti, Gebril menerangkan KPU akan memastikan kembalu proses pungut hitung benar-benar menerapkan protokol kesehatan (Prokes), misalnya melengkapi petugas pungut hitung dengan alat pelindung diri (APD).

Sementara, Ketua IJTI Sumbar, Jhon Nedy Kambang menyampaikan, beberapa hal dalam sosialisasi hari itu, salah satunya menyangkut independensi media dan wartawan di saat Pilkada serentak 2020 di Sumbar.

"Karena fakta yang muncul di lapangan banyak teman-teman media yang terjebak dalam permainan politik pasangan calon dalam pilkada saat ini," kata Jhon Nedy Kambang.

Dia juga minta media di Sumbar bisa jadi "rumah pembersih" untuk menghindari munculnya pemberitaan hoak, diskriminasi SARA selama masa kampanye Pilkada ini.

"Jadi tugas rekan-rekan media sebagai jurnalis, bagaimana menginformasikan dan memberi pencerahan kepada publik agar masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi-informasi menyesatkan atau hoax," kata Jhon Nedy Kambang.

Acara sosialisasi yang diadakan KPU Sumbar ini menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar, dan sejumlah wartawan yang ada di Sumbar.

Komentar