.
"Tidak bisa dipungkiri petani Sumbar sangat bergantung pada pupuk subsidi, hal itu harus menjadi perhatian bersama," tukas kader Partai Gerindra ini.
Dia mengatakan, tujuan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan luasan lahan pertanian beririgasi dan tidak beririgasi.
Selanjutnya, untuk pertahankan dan meningkatkan produksi pertanian demi mencapai ketahanan pangan di daerah.
Seterusnya, melindungi dan memberdayakan petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan perkebunan.
Supardi menjelaskan, dalam salah satu pasal dari Perda ini adanya peran dinas memberdayakan kelompok tani, hingga koperasi petani hingga melakukan supervisi.
Pada Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2020 dihadiri oleh Kepala Dinas Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Febrina Tri Susila Putri, Direktur Kunango Jantan yang diwakili oleh salah satu staf Deri, Kabag Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Sumbar, Zardi Syahrir dan Kasubag Humas Protoko,l Dahrul Idris.
Sementara itu Sevindra Juwita, pengelolaan pupuk organik Futura mengatakan, mayoritas persoalan yang dihadapi oleh petani saat ini adalah mahalnya pupuk dan pestisida, sementara pupuk subsidi langka.
"Persoalan itu harus dicarikan solusinya, para ahli mengatakan kualitas lahan pertanian Sumbar semakin lama semakin menurun, bahkan sampai 75 persen," kata dia.
Menurut Sevindra, hal itu dipicu oleh penggunaan pupuk kimia, untuk memperbaiki keadaan petani harus kembali ke alam dengan menggunakan pupuk organik.
Namun, kata dia, persoalan sejauh mana peran itu menunjang produktivitas produksi
"Jadi penggunaan pupuk organik sangat efektif, namun belum bisa memenuhi kebutuhan petani," tukas Sevindra.
Dia mengatakan, penggunaan pupuk Futura salah satu solusi untuk memenuhi optimalisasi produksi petani, pupuk ini telah di uji cobakan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) produksi pertanian pada daerah tersebut meningkat sekian persen.
"Semoga ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh kota yang mayoritas hidup dari sektor pertanian," harap Sevindra. (cpt)
Halaman 12


Komentar