Sempat Terhenti, Pembangunan Gedung TI dan TL Unand Dilanjutkan

Metro- 03-08-2023 06:10
Penandatanganan kontrak konstruksi lanjutan pembangunan gedung antara PT Adhikarya Teknik Perkasa selaku kontraktor dan KemenPUPR di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Kampus Unand Limau Manis, Rabu (2/8). (Dok : Istimewa)
Penandatanganan kontrak konstruksi lanjutan pembangunan gedung antara PT Adhikarya Teknik Perkasa selaku kontraktor dan KemenPUPR di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Kampus Unand Limau Manis, Rabu (2/8). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Pembangunan gedung Teknik Industri (TI) dan Teknik Lingkungan (TL) Universitas Andalas (Unand) bakal dilanjutkan.

Pembangunan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sempat terhenti di tahun 2015 lalu.

Penandatanganan kontrak konstruksi lanjutan pembangunan gedung antara PT Adhikarya Teknik Perkasa selaku kontraktor dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Kampus Unand Limau Manis, Rabu (2/8). Ditargetkan pembangunan gedung itu rampung dalam 300 hari kalender atau sebelum semester pertama di tahun 2024 mendatang.

"Alhamdulillah, di tahun ini kita mendapat kesempatan untuk melanjutkan pembangunan yang sempat terhenti. Sebelumnya, pembangunan gedung tersebut sudah sampai pada penanaman besi-besi sebagai dasar bangunan," kata Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH.

Ia mengatakan nilai kontrak yang disepakati mencapai Rp 28 miliar.

"Diharapkan akan menjadi fasilitas pendukung pendidikan bagi anak bangsa," harapnya.

Rektor mengucapkan terima kasih kepada KemenPUPR yang membantu pembangunan ini. Kementerian tersebut selama beberapa tahun ini juga sudah membantu Unand dalam pembangunan Rusun ASN melalui Dirjen Perumahan, dan pembangunan jalan Unand.

Di tahun 2022, Unand menerima hibah berupa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari KemenPUPR, yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air minum di lingkungan Unand.

"Karena Unand adalah lembaga pendidikan, maka semua kita memiliki tanggung jawab dalam mengawas pembangunan ini hingga selesai. Ini adalah pekerjaan yang akan dinikmati anak bangsa, (sama seperti) membangun masa depan bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya KemenPUPR, Essy Asiah menekankan lima aspek terpenting yang harus diperhatikan selama pembangunan ini. Yaitu Tepat Waktu, Tepat Mutu, Tepat Pembiayaan, Tepat Administrasi, dan Tepat Manfaatnext

Komentar