.
Anak-anak Kota Pariaman harus berolahraga supaya badannya sehat, harus ikut pola makan sehat dan pola hidup sehat, jangan begadang dan tidur terlalu larut malam.
Genius menegaskan, anak-anak jangan hanya jempolnya yang olahraga sibuk dengan gadget, coba atur pola saat main gadget tersebut agar mata kita sehat, sibukan dengan olahraga setiap pagi dan sore agar pertumbuhan anak-anak menjadi lebih baik dan tulangnya menjadi lebih kuat.
Kemudian ketahanan kebudayaan, anak-anak harus memiliki jati diri sebagai warga negara Indonesia, sebagai orang Pariaman yang memiliki beragam kebudayaan.
"Banyak budaya-budaya kita yang membuat pemuda kita memiliki resiliensi, memiliki jati diri kebudayaannya dan itu harus kita jaga juga," ucapnya.
Ketahanan kepribadian, pemuda harus tangguh di era digital, stop digital sex crime. Anak-anak harus bijak dalam bermedia sosial, anak-anak harus tau hal ini sehingga bisa melakukan proteksi untuk dirinya sendiri.
Genius mengatakan, Alhamdulillah Kota Pariaman tahun ini meraih dua penghargaan sekaligus yakni Kota Layak Anak (KLA) status Nindya, dan Anugerah dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Dosen UI, Margaretta Aneta selaku narasumber mengatakan, kekerasan disekolah masih sering terjadi, tidak hanya verbal namun juga non verbal.
"Kekerasan bisa juga terjadi di era digital melalui gadget. Maka dari itu kita melauncing kegiatan ini untuk membentuk anak-anak yang tangguh di era digital ," ujarnya.
Margaretta mengatakan, dampak buruk akibat semua kekerasan yang terjadi anak-anak gagal menjadi generasi emas. Apalagi kekerasan seksual terjadi pada anak, akan membunuh generasi dan masa depan mereka.
Senada dengan itu, Kapolres Pariaman, AKBP Abdul Azis mengatakan, sosialisasi ini diadakan untuk mengantisipasi jangan sampai adik-adik menjadi korban kekerasan.
"Jika terjadi kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan bullying pada adik-adik jangan takut untuk melapor ke pihak kepolisian, kami akan melindungi semua hak-hak si pelapor," tutup Kapolres Pariaman. (cpt/*)


Komentar