.
Pada saat ini, kata Dovy, RSUP M Djamil sudah memiliki Pusat Krisis Terpadu. Ini salah satu wadah dimana dapat melakukan skrining serta melakukan kajian-kajian yang berhubungan dengan kasus-kasus nanti ditemui di lapangan.
"Dan ini menjadi harapan bagi kita bagaimana RSUP Dr M Djamil berperan untuk bisa melihat secara keseluruhan. Tentunya kasus-kasus baik terkait aspek medikolegal itu nanti kita bisa mendapatkan bahwa hal-hal ini menjadi kewajiban kita bersama," ucap Dovy.
Ia mengatakan di dalam mendapatkan kasus-kasus ini tentu juga dilakukan upaya preventif. "Bagaimana kasus ini bisa ditangani secara menyeluruh atau komprehensif," tekannya.
Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr dr Afriwardi SpKO MA mengatakan jumlah kasus pidana makin hari makin bertambah. Dengan pertambahan tersebut menuntut kita selalu orang-orang yang memiliki kemampuan terhadap proses penegakan hukum di negara ini.
"Orang-orang akan bertanya kepada kita. Apalagi berada di daerah, mungkin dia akan terlibat langsung di dalam proses penegakan hukum," ucapnya.
Makanya, tutur Afriwardi, pengetahuan dan pemahaman terhadap profesi forensik ini tentu dibutuhkan.
"Jangan jadi followers. Dengan kehadiran narasumber dalam simposium ini akan menebarkan ilmu. Sehingga tindakan-tindakan di dalam menghadapi kasus pidana di daerahnya tentu akan sesuai dengan aturan berlaku. Bahkan ada nilai-nilai akademis yang akan dipertanggung jawabkan tentunya," tuturnya.
Sementara itu Ketua PDFI Sumbar Dr dr Rika Susanti SpFM K mengatakan simposium yang diadakan sebagai rangkaian PIT PDFI ini pentingnya para dokter maupun klinisi mengetahui perannya di dalam pengungkapan pidana.
Materi yang disajikan mulai dari aspek medikolegal, terkait surat keterangan kematian, patologi forensik dan forensik klinik. "Mudah-mudahan keempat materi yang diberikan narasumber ini bisa menambah pemahaman kita di dalam penanganan kasus-kasus pidana yang dihadapi baik di rumah sakit, puskesmas dan klinik," harapnya.
Di samping simposium, tutur Rika, besok (10/8) diadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan diikuti dokter spesialis forensik se-Indonesia. "Dalam pertemuan ilmiah itu menghadirkan sejumlah pemateri dari dalam dan luar negeri. Selain itu juga akan ada presentasi baik secara oral maupun poster," ungkap Dekan Fakultas Kedokteran UNP ininext


Komentar