.
Atas assesment Kementerian Kesehatan, kami disarankan bekerja sama dengan RS Sardjito Yogyakarta. Pasalnya, proses digitalisasi hampir mirip dengan RSUP Sardjito Yogyakarta. Dan proses digitalisasi di rumah sakit tersebut pun sudah maju.
Insya Allah,bulan Oktober mendatang kami akan kick off untuk digitalisasi secara penuh. Jadi, kami melakukan proses bersama dan mengadopsi hal-hal yang sudah dijalankan di RSUP Sardjito.
arunala.com:Selain digitalisasi, mapping lainnya Pak?
Dirut M Djamil:Saya ingin menumbuhkan semangat lagi bahwa RSUP Dr M Djamil adalah rumah sakit yang berada di Sumbar dan harus melayani pasien-pasien Sumbar sendiri dan Sumatera Bagian Tengah tentunya. Bagaimana caranya?Caranya adalah mengurai permasalahan yang ada. Ternyata pada saat ini kami temui permasalahan salah satunya kapasitas ruangan tidak cukup.
Dari 800 tempat tidur pascacovid 19 tentu perlu penyempurnaan. Masalah tata bangunan rumah sakit berusia 30 sampai 40 tahun. Inilah menjadi mapping kami untuk memperbaiki masalah sarana prasarana ini. Salah satunya tentu kami membutuhkan tambahan fasilitas.
arunala.com: Apa yang menjadi dasar penambahan fasilitas itu Pak?
Dirut M Djamil:Hampir 3.000 per tahun sisrute kami tertolak. Sisrute itu adalah pasien yang akan dirujuk ke RSUP Dr M Djamil dari rumah sakit.
Akan tetapi kami tidak mempunyai fasilitas untuk kasus-kasus dengan kompleksitas yang tinggi. Kasus itu memerlukan tempat rawatan kualitas untuk intensif.
Kondisi saat ini dan berdasar data ICU untuk dewasa 27 unit, NICU 13 unit dan PICU 15 unit.
Kalau kami rata-rata dari 800 tempat tidur itu minimal 10 persen. Ini belum cukup 80. Hal inilah menjadi dorongan bagi kami untuk penambahan fasilitas.
Alhamdulillah, dengan kebijakan kelas rawat inap standar (KRIS) yang diamanatkan lewat undang-undang. Bahwa negara mempunyai tanggung jawab terhadap layanan kesehatan masyarakat.
Makanya, dengan KRIS, RSUP M Djamil malah kekurangan dari 800 menjadi 650 tempat tidur. Dalam kebijakan KRIS ini, satu ruangan rawat inap biasanya 6 menjadi 4 tempat tidur. Dengan kondisi ini,Alhamdulillah,kami punya peluang untuk mendapat pengalihan aset PT KAI yang saat ini lagi berproses. Dan di lahan itulah akan kita bangun KRISnext


Komentar