Wawancara Khusus dengan Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil: Bertekad jadi Rumah Sakit dengan Layanan Terbaik di Sumatera

Metro- 11-08-2023 11:17
Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS, Dirut RSUP Dr M Djamil. (Dok : Istimewa)
Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS, Dirut RSUP Dr M Djamil. (Dok : Istimewa)

.

arunala.com: Sejauh mana progres KRIS ini Pak?

Dirut M Djamil: Sekarang ini sedang berproses. Tinggal pembayaran ganti rugi lahan yang harus kami bayar ke PT KAI. Sembari menunggu kita sudah menyiapkan basic desain yang telah ada rekomendasi dari Pekerjaan Umum (PU).

Keluar penetapan ganti rugi lahan dari PT KAI, Insya Allah, akhir Desember akan lakukan ground breaking direncanakan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.

Kekurangan 250 tempat tidur ini akan tersedia di bangunan KRIS ini. Sekaligus membangun ruangan ICU dengan 90 tempat tidur. Jika ini terwujud, maka kamk telah menyelesaikan masalah sisrute tertolak.

Bukan kami menolak pasien ke RSUP M Djamil akan tetapi fasilitas HCU dan ICU kita tidak memadai. Kalau untuk ruang rawat biasa mungkin bisa dirawat di RSUD.

Hal itulah menjadi perencanaan kami sehingga masalah yang kami dihadapi sekarang bisa diselesaikan di bangunan yang di lahan PT KAI ini.

Kemudian, menyiapkan master plan. Didasari bangunan yang menyebar. Nanti akan kami bangun secara bertahap pembangunan bertingkat, akan tetapi kendalanya Sumbar termasuk daerah rawan gempa.

Untuk bangunan bertingkat maksimal 6 tingkat. Dengan dibangun bertingkat ruang rawat, maka space lahan M Djamil berkurang.

Kondisi demikian, kami akan mendapatkan bangunan hijau. Seperti rumah sakit vertikal lainnya. Nantinya dengan pembangunan gedung di PT KAI tidak akan menganggu aktivitas rumah sakit.

arunala.com: Bagaimana upaya meminimalisir komplen pasien dan keluarga pasien.

Dirut M Djamil: Ini juga menjadi skala prioritas kami yang mesti diselesaikan. Komplen masalah komunikasi dan melayani inilah yang harus diubah. Bekerja di layanan tentu berbeda dengan yang bekerja di luar layanan.

Pasalnya, bekerja di layanan, dalam melayani harus menimbulkan rasa empati kepada pasien-pasien yang berobat ke RSUP M Djamil.

Hal inilah menjadi modal kami, bagaimana budaya melayani kami budayakan. Bagaimana pun juga dalam proses layanan kami harus merasakan kesusahan pasien.

Disitulah yang harus ditumbuhkan bersama jika bekerja pada layanan. Misalnya, layanan rawat jalan.

Dokternya bekerja sesuai jadwal yang diatur, ketepatan dalam bekerja dan membuka poliklinik sesuai jam tutup. Perihal tersebut yang mesti kami benahi sekarangnext

Komentar