Sugesti Edward namanya. Gadis asal Manggopoh, Kabupaten Agam ini di usia muda mampu bercokol sebagai salah satu pimpinan perusahaan di industri pertambangan batu bara. Seperti apa kiat suksesnya?
Fajril - Padang
Sugesti Edward - akrab dipanggil Gesti merupakan sulung dari tiga bersaudara dibesarkan di Nagari Manggopoh. Kala itu di kampungnya belum ada listrik dan hanya mengandalkan lampu minyak tanah sebagai penerang di malam hari.
Situasi masa kecil yang "keras" membuatnya memotivasi diri untuk meraih kesuksesan. Bahkan sejak kecil ia pun telah bercita-cita sebagai pengusaha.
"Saya anak pertama, kalau bukan saya yang mengubah nasib keluarga siapa lagi. Karena tidak mungkin menunggu adik laki-laki saya besar kala itu," kata Gesti, kepada arunala.com,di Padang Old Town Resto Gallery, Rabu (9/8).
Sewaktu kecil dirinya menjual buah-buahan itu pun ide dan kemauan sendiri. Dan uang yang didapatkan bukan sekadar untuk jajan sendiri. Akan tetapi selalu disisihkan untuk berbagi.
"Prinsip saya, walaupun hidup kita susah, tapi jangan pernah lupa untuk berbagi kepada sesama. Alhamdulillah, dari kecil bisa bantu orang sampai sekarang," ucap perempuan kelahiran 21 November ini.
Dibesarkan dengan kesederhanaan dan keterbatasan tidak membuat Gesti kehilangan semangat untuk belajar dan menempuh pendidikan tinggi. Ia pun melanjutkan kuliah di Jurusan Sastra Inggris, Universitas Negeri Padang.
"Pemilihan jurusan itu didorong atas kegemaran menulis, traveling, menyanyi dan akting. Apalagi jiwa sastra saya sebagai orang Indonesia sudah ada, saya harus tingkatkan sastra ini ke bahasa asing," ucapnya.


Komentar