Padang, Arunala.com - Persoalan masih adanya daerah yang blank spot (tidak ada sinyal internet, red) jadi kecemasan tersendiri bagi partai politik (parpol) pada pemilu 2024 mendatang, bahkan bisa juga munculkan sengketa nantinya.
Pasalnya, daerah yang masih blank spot itu dikhawatirkan akan mempengaruhi pemungutan dan penghitungan (puntung) hasil pemilihan suara pada pemilu 2024 itu.
Kekhawatiran itu diungkapkan Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Barat (Sumbar), Herfi Admen Handra kepada Arunala.com di kantor partainya belum lama ini.
"Seperti diketahui, di Sumbar ini masih ada sejumlah daerah atau nagari yang belum tersentuh jaringan internet (blank spot). Hal itu bisa mempengaruhi proses rekapitulasi penghitungan suara nantinya, bahkan bisa menimbulkan potensi sengketa," kata Admen lagi.
Dari pengamatannya, Admen melihat daerah yang masih terdapat blank spot ada di Mentawai, Agam, Kabupaten Limapuluh bahkan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) juga masih ada.
"Ini bisa dikatakan rawan terjadinya sengketa, dan di saat saya melakukan survei di beberapa titik di kecamatan pada daerah yang saya sebutkan tadi masih belum tersentuh sinyal internet, pada hal wajib pilih di tempat itu cukup banyak. Bahkan wajib pilihnya ada mencapai 6 ribu, ada yang 7 ribu pemilih," kata pria yang menjadi Ketua DPW Perindo Sumbar pada 24 Juli kemarin.
Bisa dikatakan, lanjut Admen, kalau tidak kuat saksi partai di TPS di daerah yang blank spot itu, maka akan kacau jadinya, bahkan perolehan suara Perindo bisa hilang nantinya.
Hal itu, sebut Admen, partainya harus segera mengantisipasi jika kejadian terjadi.
Sebab, katanya, bisa saja perolehan suara berubah di TPS karena tempat itu tidak didukung sinyal internet.


Komentar