Padang, Arunala.com - Rumah sakit perlu berbenah diri untuk menjawab tuntutan zaman dan masyarakat yang terus bergerak cepat di era digital. Oleh karena itulah kenapa rumah sakit perlu melakukan transformasi di bidang kesehatan agar pelayanan untuk pasien lebih optimal.
"Sampai tahun 2030 ini, layanan kesehatan akan mengalami perubahan dari situasi sekarang dan situasi ke depan dari berbagai aspek yang ada," kata Ketua Umum Persi dr Bambang Wibowo SpOG KFM MARS FISQua saat Workshop Nasional Komite Tenaga Kesehatan Lainnya di Hotel Mercure Padang, Sabtu (19/8).
Dari sistem layanan kesehatan, kata Bambang, sekarang ini rumah sakit besar termasuk salah satu academic medical system dan juga memberikan pelayanan.
"Membangun rumah sakit itu menjadi besar kemudian berkonsentrasi untuk memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Penguasaan teknologinya dikuasai penuh oleh rumah sakit besar yang menjadi rumah sakit pendidikan tersebut," tuturnya didampingi moderator Plt Direktur Operasional RSUP M Djamil, dr Asrawati SpA (K) MBiomed.
Tetapi ke depan yang terjadi, tutur Bambang, rumah sakit-rumah sakit besar ini termasuk di dunia, sampai 2030 tidak lagi bekerja untuk kuratif dan rehabilitatif.
"Akan tetapi bekerja untuk komunitas dancontinue of careitu dilakukan dengan baik," ucapnya.
Ia mengatakan kecenderungannya tidak hanya pada preventif tapi juga pada prediksi penyakit. Kemudian layanan yang ada semuanya di rumah sakit akan berubah dan bergeser. "Duluhospital without wall. Nanti justru hospital at home," ujar Bambang.
Bukan hanya untuk layanan-layanan kronis saja. Akan tetapi juga untuk layanan-layanan bersifat akut.


Komentar