Kuliah Umum Menperin RI di Unand: Targetkan Kontribusi Manufaktur Capai 20%, IKI Agustus Kembali Ekspansif

Ekonomi- 04-09-2023 19:28
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat menjadi keynote speech Kuliah Umum di Convention Hall Universitas Andalas, Senin (4/9). (Foto : Fajril)
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat menjadi keynote speech Kuliah Umum di Convention Hall Universitas Andalas, Senin (4/9). (Foto : Fajril)

Padang, Arunala.com - Kementerian Perindustrian bertekad untuk meningkatkan kembali kontribusi industri manufaktur ke Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 20 persen.

Tekad itu seiring sektor industri manufaktur masih menjadi sektor pendorong utama bagi perekonomian nasional.

"Hingga triwulan II 2023, industri manufaktur memberikan kontribusi paling besar terhadap PDB nasional dengan capaian 16,30 persen. Kontribusi sektor industri manufaktur masih yang tertinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat menjadikeynote speechKuliah Umum Peningkatan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri di Convention Hall Universitas Andalas, Senin (4/9).

Ia mengatakan untuk mewujudkan tekad tersebut, saat ini sedang disusun revisi Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (Ripin).

"Dimana tahap keduanya 2025 sampai 2035 ini sedang disusun salah satu poinnya menargetkan kontribusi sektor manufaktur diangka 19 sampai 20 persen dari PDB," ungkapnya.

Kebijakan yang diambil, sebut Agus Gumiwang Kartasasmita, yakni hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan pemanfaatan teknologi serta digitalisasi melalui program Indonesia Making 4.0.

Kemudian pengembangan Industri hijau untuk pertumbuhan dan berkelanjutan.

"Tak kalah pentingnya masih ada gap yaitu penguatan sumber daya manusia industri sebagai fondasi dari berbagai kebijakan tersebut," ucapnya.

Menperin juga mengungkapkan pelaku industri manufaktur di tanah air semakin percaya diri untuk melakukan perluasan usahanya.

Ini dikarenakan didukung permintaan pasar yang meningkat dan kebijakan pemerintah yang probisnis.

Tingkat optimisme ini tercermin dari hasil Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global, menunjukkan pada bulan Agustus 2023 berada di level 53,9 atau naik 0,6 poin apabila dibandingkan pada bulan sebelumnya yang tercatat di posisi 53,3next

Komentar