Prof Dr Amri Bakhtiar MS DESS Apt, Inventor Tinta Pemilu dari Gambir: Dibuat dari Bahan Alam, Eco-Friendly, Aman untuk Kulit dan Berbasis TKDN

Teknologi- 13-09-2023 18:56
Prosesi pelepasan gambir black cube sebagai bahan dasar tinta Pemilu 2024 saat Dies Natalis ke-67 Unand, di Convention Hall Unand, Rabu (13/9). (Dok : Istimewa)
Prosesi pelepasan gambir black cube sebagai bahan dasar tinta Pemilu 2024 saat Dies Natalis ke-67 Unand, di Convention Hall Unand, Rabu (13/9). (Dok : Istimewa)

.

Tapi dari gambir, kata Amri, cathecol tanin memberi warna hijau hitam. Itu saja bisa digunakan sebagai penanda. "Untuk reaksi menjadi tinta itu bisa sebentar. Paling kita mencari komposisi berapa perbandingan antara gambir dengan pengompleks. Tentu dilakukan berbagai rangkaian ujicoba," tuturnya.

Tinta pemilu berbahan gambir itu, sebut Amri, pernah digunakan sebanyak tiga kali untuk Pemilihan Presiden BEM Unand. Kemudian digunakan untuk Pilkada Payakumbuh.

"Bersama Bappeda Sumbar pernah mempresentasikan tinta pemilu berbahan gambir ini di KPU Pusat. Ketika itu Ketua KPU alm Husni Kamil Manik. Tetapi tinta pemilu berbahan gambir ini tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan KPU, salah satu poinnya harus tahan tiga hari dan warna," sebutnya.

Untuk tahan tiga hari itu, sebut Amri, tinta harus menggunakan senyawa perak nitrat. Sementara pihaknya tidak menginginkan penggunaan perak nitrat. Dan hanya menggunakan bahan alam saja.

"Makanya dengan pengembangan dilakukan, akhirnya tinta pemilu yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kemudian sudah memiliki sertifikat halal dan sudah diizinkan Badan POM," ungkap Amri.

Ia mengatakan keunggulan tinta pemilu dari gambir ini, yakni menggunakan bahan alam. Kemudian ramah lingkungan, eco-friendly, aman untuk kulit dan berbasis tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

"Produk tinta ini halal dan terdaftar di BPOM," sebut Amri.

Pengembangan ke depan, ungkap Amri, pembuatan tinta untuk spidol dan printer. Tentu untuk kedua tinta ini berbeda dengan tinta pemilu.

"Tapi masih ada tambahan zat lainnya. Dan itu semua masih menggunakan bahan dari alam," tuturnya.

Bahkan sebelumnya telah dihasilkan produk dari bahan gambir untuk obat dan kosmetik. "Artinya bagaimana kita melakukan diversifikasi gambir. Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah. Berujung pada peningkatan pendapatan masyarakat khususnya petani gambir," tukas Amri.

Ditambahkan Rektor Unand, Prof Dr Yuliandri SH MH, kerja sama yang dijalin dengan PT Kudo Jaya Indonesia memberi manfaat bagi Universitas Andalas sebagai PTNBH dalam bentuk perjanjian lisensi atas kekayaan intelektual yang digunakan untuk menghasilkan tinta organik untuk Pemilu tersebut. Hal ini menjadi suatu contoh sinergi yang sangat baik.

"Dimana suatu institusi pendidikan tinggi dan dunia usaha, bekerja sama untuk menghasilkan suatu produk inovatif yang menitikberatkan kepada pemanfaatan sumber daya alam Indonesia," tukasnya. (ril)

Komentar