Padang, Arunala.com - Puluhan wartawan Sumbar jadi peserta dalamPelatihan Relawan Kebencanaan Zonasi Kota Padang (Jurnalistik Kebencanaan), yang merupakan kolaborasi Anggota DPRD Sumbar, Hidayat bersama BPBD Sumbar di Axana Hotel Padang, Kamis (16/11).
Dalam pelatihan ini, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Fajar Sukma, wilayah Sumbar masuk dalam zona risiko tinggi bencana, baik itu gempa bumi, longsor, banjir dan juga abrasi pantai.
"Di aspek bencana gempa bumi yakni dengan adanya potensi gempa megatrus yang berada di sepanjang pesisir pantai Sumbar. Lalu potensi gempa dari celah patahan atau sesar semangko yang membentang dari Kabupaten Solok, Solok Selatan, Padangpanjang hingga sampai pada kawasan ngarai Sianok," ungkap Fajar Sukma.
Dia melanjutkan, sebelumnya ada tujuh sesar semangko yang ada di Sumbar, namun pasca gempa di Pasaman Barat dan Pasaman beberapa waktu lalu, muncul satu lagi celah sesar semangko Talamau, sehingga kini jumlahnya ada delapan.
Mengetahui Sumbar sebagai etalase berbagai bencana, maka sebut Fajar Sukma, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat secara terus menerus.
"Jadi, agar sosialisasi dan edukasi serta penanganan pascabencana itu tersampaikan secara optimal pada masyarakat, peran dan support media dan stakeholder terkait sangat dibutuhkan," ungkap Fajar Sukma.
Early Warning System Diaktifkan Lagi
Di sisi lain, Fajar Sukma menyampaikan, di 2023 ini BPBD Sumbar kembali akan mengaktifkan lagi keberadaan early warning system yang ada di sejumlah titik di daerah yang berada di kawasan pesisir pantai Sumbar.
"Tahun ini kami dapat bantua dari Pemprov Sumbar sebesar Rp 600 miliar. Dana itu digunakan untuk enam repeater agar alat early warning system di Sumbar bisa aktif kembali," ucap Fajar Sukma.
Dia menyebutkan, dengan kembali berfungsinya alat deteksi tsunami ini, nantinya akan mengcover tujuh kabupaten kota di wilayah pesisir pantai Sumbar, selain itu juga mendukung kelancaran komunikasi yang bisa cover 13 kabupaten kota lainnya melalui jaringan pemancar radio," ungkap Fajar Sukma. (cpt)


Komentar