Agam, Arunala.com - Polda Sumbar secara aktif melibatkan diri dalam upaya penanganan bencana alam pascaerupsinya Gunung Marapi. Di antaranya pemberian trauma healing kepada korban erupsi Gunung Marapi dan keluarganya.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari respons penuh perhatian terhadap dampak psikologis yang mungkin dialami oleh mereka yang terdampak langsung oleh erupsi tersebut.
Tim Trauma Healing Polda Sumbar ini dipimpin Kabag Psi Biro SDM Polda Sumbar, Kompol Fakhru Rozie SPsi dengan mengikutsertakan beberapa anggota tim sejak hari Senin (4/12).
Tim trauma healing terdiri dari Bag Psikologi ro Sdm Polda Sumbar dan konselor yang telah terlatih untuk menangani kasus trauma pasca-bencana. Mereka memberikan bimbingan dan dukungan emosional kepada korban, membantu mereka untuk mengatasi rasa takut, kecemasan, dan stres yang dapat muncul setelah mengalami peristiwa traumatis seperti erupsi Gunung Marapi.
"Pentingnya memberikan dukungan psikologis kepada korban dan keluarganya terkait dampak emosional dan psikologis yang mungkin mereka rasakan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan bantuan dan dukungan sesuai kebutuhan," ujarya usai memberikan pelayanan trauma healing kepada korban yang berada di RSUD Padangpanjang, Selasa (5/12).
Kompol Fakhru Rozie mengatakan pelayanan yang diberikan ini dilakukan secara mobile.
"Selain di rumah sakit Padangpanjang, tim tralauma healing juga berkunjung ke rumah sakit di Bukittinggi," pungkasnya seraya berharap korban erupsi Gunung Marapi ini dapat kembali pulih dan bangkit setelah peristiwa bencana alam tersebut.
Sementara itu, Wakapolda Sumbar Brigjen Edi Mardiyanto beserta beberapa Pejabat Utama Polda Sumbar mengunjungi Pos DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumbar, Selasa (5/12).
Hal ini untuk meninjau penanganan korban jiwa bencana alam erupsi Gunung Marapi di posko tersebut.
Pada kesempatan tersebut Wakapolda menyerahkan ke 5 jenazah yang sudah dievakuasi dan diidentifikasi kepada keluarganya. Wakapolda juga mengunjungi pasien korban erupsi yang selamat dan sedang perawatan. (ril)


Komentar