Padang, Arunala.com - Sekretaris DPRD Sumbar, Raflis dicecar berbagai pertanyaan terkait keberadaan DPRD Sumbar, tupoksinya hingga menyangkut ritme kinerja dewan oleh para mahasiswa Fisipol Universitas Ekasakti (Unes) Padang, Jumat (2/2).
Hadirnya puluhan mahasiswa yang didampingi Dosen Fisipol Unes Padang Riswandi Bakhtiar itu ke DPRD Sumbar dalam rangka studi lapangan guna perdalam keilmuan mereka menyangkut keberadaan lembaga DPRD.
Dalam pertemuan itu, para mahasiswa melontarkan berbagai pertanyaan seperti fungsi APBD, peran anggota dewan sebagai wakil rakyat sampai kepada persoalan tugas dan wewenang anggota dewan dalam membuat perda.
Mendapati pertanyaan cukup banyak itu, Raflis dengan sabar memberikan satu persatu penjelasnya.
"Sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah, anggota dewan memiliki tugas membuat perda, menyetujui APBD serta juga APBD Perubahan hingga jemput bola menyalurkan dana pokir-nya setelah menyerap aspirasi masyarakat," ucap Raflis.
Nah, sebutnya, barangkali tentu, DPRD provinsi menjadi penentu keberhasilan jalannya suatu pemerintahan daerah, karena antara pemprov dan DPRD itu saling dukung satu sama lain, sehingga ketika pemprov sukses, maka itu menjadi kesuksesan juga bagi kami di DPRD.
Kalau di pemprov itu, sambung Raflis, ada para kadis yang jadi perpanjangan tangan gubernur untuk mengelola pemerintahan dan pelayanan publik. Sedangkan di DPRD, ada anggota dewan yang membidani komisi-komisi tertentu, dalam hal ini sama dengan kadis tadi peran mereka.
"Jadi anggota dewan itu tugas mereka memperjuangkan apa yang disuarakan masyarakat, itu peran-peran mereka sesuai komisi mana mereka," tukas Raflis.
Di sisi lain, Dosen Fisipol Unes Padang Riswandi Bakhtiar menyampaikan, kehadiran mahasiswanya ke DPRD Sumbar ini tidak hanya menambah pemahaman teoritis, juga melihat pengimplementasian politik terkhusus dalam berbagai kegiatan kedewanan.
"Kami studi disini, ingin melihatkan kepada mahasiswa kami, seperti apa politik itu, pelaksanaannya di lapangan. Sebagai tambahan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Politik di kelas. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memperhatikan dengan seksama," katanya. (cpt)


Komentar