Tiga Anggota Tim Penyusun Materi Mundur

Metro-50 hit 20-11-2020 15:44
Ketua KPU Sumbar terpilih Yanuk Sri Mulyani saat diwawancari wartawan beberapa waktu lalu. (Dok : Arunala.com)
Ketua KPU Sumbar terpilih Yanuk Sri Mulyani saat diwawancari wartawan beberapa waktu lalu. (Dok : Arunala.com)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Jumlah tim penyusun materi debat calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar, yang mengundurkan diri bertambah lagi.

Sebelumnya hanya dua orang yakni mantan Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz dan mantan Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febridiansyah.

Namun kini anggota tim yang mundur tambah satu orang lagi yakni Guru besar Unand, Prof Helmi.

Baca Juga

Mundurnya tiga anggota tim penyusun materi debat gubernur dan wakil gubernur itu dibenarkan Ketua KPU Sumbar terpilih Yanuk Sri Mulyani seperti yang dikutip dari valora.co.id, Jumat (20/11).

"Betul, Prof Helmi memang mundur dari tim penyusun materi debat. Sebelumnya beliau masuk salah seorang tim, tapi beliau sudah mengundurkan diri sekarang," ungkap Yanuk Sri Mulyani.

Mundur jadi tim perumus materi debat, juga dilakukan Mantan Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febridiansyah. Dia diminta jadi salah seorang anggota tim perumus materi debat pemilihan bupati dan wakil bupati oleh KPU Tanahdatar.

Sementara dalam siaran pers yang diterima, baik Febri maupun Donal menyebutkan, pengunduran diri mereka sebagai bentuk perwujudan prinsip-prinsip politik berintegritas.

"Kami berkomitmen untuk mencegah sejak awal potensi terjadinya konflik kepentingan (conflict of interest) atau setidaknya menjaga kepatutan dan mitigasi risiko di masa akan datang terkait posisi kami saat ini," ungkap Donal dalam siaran persnya yang diterima Kamis (19/11).

Diketahui, Donal dan Febri merupakan kuasa hukum Calon Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Dasril Panin Datuk Labuan (SR-Labuan).

Pascamundur dari jabatannya masing-masing, Donal dan Febri diketahui mendirikan kantor hukum bernama Visi Integritas.

Dalam siaran pers yang juga melampirkan surat pengunduran itu, Donal mengundurkan diri dalam surat tertanggal 17 November 2020.

Sedangkan Febridiansyah, mengundurkan diri melalui surat tertanggal 19 November 2020.

Dia menerangkan pengunduran diri itu juga disebabkan penilaian mereka terhadap prinsip-prinsip politik berintegritas yang perlu dijalankan secara konsisten.

"Seperti yang kami terapkan pada hubungan pendampingan hukum terhadap SR-Labuan di Kabupaten Dharmasraya, agar kita bersama-sama menjaga prinsip-prinsip intergritas tersebut," ungkap Febri.

Febri mengaku, meskipun Kabupaten Dharmasraya dan Tanahdatar merupakan wilayah yang berbeda, namun mereka berdua perlu menjelaskan (declare) terkait posisi mereka tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan sejak awal sekaligus penghormatan terhadap prinsip Independensi KPU dalam menjalankan tugasnya mewujudkan Pilkada yang demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

"Kami berharap, pelaksanaan Pilkada yang demokratis dan berintegritas dapat menghasilkan pemimpin yang benar-benar dirasakan manfaat dan kerja nyatanya oleh masyarakat," harap Febri. (*)

Komentar