Mengaku Dirreskrimsus Polda Sumbar, GHW Diciduk Polisi

Metro-210 hit 08-01-2021 20:56
Pihak Polda Sumbar saat jumpa pres atas penangkapan pelaku penipuan yang catut nama Dirreskrimsus Polda Sumbar, Jumat (8/1). (Foto : Can)
Pihak Polda Sumbar saat jumpa pres atas penangkapan pelaku penipuan yang catut nama Dirreskrimsus Polda Sumbar, Jumat (8/1). (Foto : Can)

Penulis: Can

Padang, Arunala -- Seorang pria terduga penipuan yang mengaku sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Joko Sadono melalui aplikasi facebook dan whatsapp, ditangkap pihak Polda Sumbar, pada Jumat (25/12) lalu.

Dari aksi yang dilakukan terduga pelaku ini, sudah dua orang yang menjadi korbannya.

Pihak Polda Sumbar sudah menangkap pelaku yang berinisial GHW (32) pada Jumat (25/12) lalu. Selain itu polisi juga menyita tujuh unit telepon genggam dan enam unit kartu telepon yang digunakan melancarkan aksinya," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu saat jumpa pers di Mapolda Sumbar di Padang, Jumat (8/1).

Baca Juga

Dari tangan pelaku, sambung Satake, juga didapat barang bukti lainnya yakni dua buku tabungan dan akun facebook atas nama Joko Sadono.

Menurut dirinya, hingga saat ini sudah ada dua korban yang melapor kepada petugas melalui laporan polisi LP/470/XII/2020/SPKT-Sbr tanggal 25 Desember 2020 dan LP/472/XII/2020/SPKT-Sbr tanggal 28 Desember 2020 tentang penipuan daring.

Ia mengatakan pelaku ini berkomunikasi dengan korban melalui facebook lalu dilanjutkan dengan whatsapp. Dalam percakapan tersebut pelaku meminta sejumlah uang kepada korban.

Satake menjelaskan modus pelaku dengan cara meminta uang kepada korban pertamanya sebanyak Rp20 juta. Caranya, tahap awal pelaku meminta uang sebesar Rp12 juta dengan alasan untuk uang transportasi istrinya dari Surabaya ke Padang selepas serah terima jabatan.

Tahap kedua, pelaku kembali meminta uang Rp8 juta kepada korbannya ini dengan alasan ditugaskan Wakapolda berkunjung ke Padang.

Sementara itu, lanjut Satake, untuk korban kedua pelaku itu meminta uang sejumlah Rp15 juta kepada korban kedua dengan alasan biaya operasional ke Polres Padangpariaman.

Dia menerangkan, pelaku ini menjalankan aksinya dengan membuat akun facebook palsu dan mencari foto Direskrimsus Polda Sumbar sebagai foto profil aplikasi facebook dan whatsapp dan mencari korban yang dikenal dan korban lain secara acak

"Saat ini pelaku sudah berada di Polda Sumbar untuk diproses lebih lanjut.Tersangka ini diancam pasal 51 ayat 1 jo Pasal 35 jo pasal 45A ayat 1 jo pasal 28 ayat 1 UU 19 2016 tentang perubahan UU 11 2008 tentang ITE jo pasal 55 jo pasal 56 KUHP," kata Satake.

Komentar