Pemerintahan Desa Diberi Peluang

Ekonomi-125 hit 21-03-2020 18:52
Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarat Desa, Kementerian Desa dan PDT Taufik Madjid dalam sebuah kegiatan. (Foto : Istimewa)
Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarat Desa, Kementerian Desa dan PDT Taufik Madjid dalam sebuah kegiatan. (Foto : Istimewa)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Pemerintahan desa dapat memanfaatkan dana desa untuk mencegah dan menangani penyebaran corona virus disease 2019 atau Covid-19. Pada upaya pencegahan pemerintah desa menggunakan dana untuk mengedukasi masyarakat di wilayahnya.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid mencontohkan pemerintah desa dapat melakukan kampanye pola hidup sehat dan bersih.

"Artinya, telah memberikan peluang kepada desa agar bisa gunakan dana desa untuk menjaga dan mencegah berbagai macam aspek, khususnya terkait dengan meluasnya virus Corona 19," kata Taufik melalui rilis yang diterima Arunala.com , Sabtu (21/3).

Baca Juga

Taufik menyampaikan penggunaan dana itu dapat disesuaikan dengan tingkat eskalasi yang ada di wilayah.

"Sebab itu kepada seluruh jajaran pemerintah desa, kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD), dan perangkat desa, bahkan tokoh-tokoh masyarakat, kami mengimbau untuk segera melakukan langkah-langkah persiapan dan antisipasi dengan tetap pedomani instruksi dari gugus tugas yang ada di daerah sehingga penggunaan dan kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan skala yang dialami oleh masyarakat semua," pesan Taufik.

Terkait dengan administrasi dan akuntabilitas, Taufik meminta jajaran pemerintah desa untuk mempercepat penyiapan dokumen administrasi.

"Ini dibutuhkan untuk persyaratan pencairan dana desa. Tahun ini pencairan melalui transfer dari rekening kas umum negara ke rekening kas desa," jelas Taufik.

Dirinya juga menekankan kerja sama dan koordinasi yang baik pemerintah desa, BPBD, pemerintah kabupaten dan dinas terkait, khususnya perubahan anggaran desa atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Terkait dana desa, pencairan secara bertahap disesuaikan dengan syarat-syarat yang telah dipenuhi oleh pemerintah desa.

"Jajaran pemerintah desa supaya mempercepat syarat-syarat pencairan dana desa karena untuk tahun ini, tahap pertamanya 40 persen, tahap kedua 40 persen, dan tahap ketiga 20persen. Tahap pertama 40 persen kurang lebih ada Rp 28,8 triliun," ujar Taufik.

Alokasi dana didistribusikan untuk 74.953 desa di 434 kabupaten dan kota di Indonesia. Dana desa yang diperoleh oleh pemerintah desa dapat segera untuk mengantisipasi, mencegah, sekaligus menangani luasnya dampak penyebaran Covid-19. (rel)

Komentar