Siapkan 1.000 Rumpon dan Tambak Milenial bagi Nelayan

Ekonomi-155 hit 11-03-2021 19:37
Seorang nelayan membuat rumpon ikan. (Dok : Istimewa)
Seorang nelayan membuat rumpon ikan. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Potensi laut Sumbar jadi topik bahasan dalam rapat koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) Pemprov Sumbar yang diadakan di Auditorium Gubernuran, Rabu (10/3).

Rakor dipimpin langsung Gubernur Mahyeldi dan dihadiri Wakil Gubernur Audy Joinaldy serta sejumlah kepala OPD di Pemprov Sumbar dan juga sejumlah pejabat dari kabupaten kota.

Dalam rapat itu, Mahyeldi menekankan agar memaksimalkan potensi hasil laut dan wisata pantai yang ada di Sumbar.

"Potensi laut Ini perlu kita gali, negara kita negara maritim, hasil laut melimpah tapi kemiskinan malah ada di pesisir, jadi harus serius mengelola ini," tegas Mahyeldi.

Sedangkan Wakil Gubernur, Audy Joinaldy mengatakan akan memberikan dukungan dengan mendatangkan investor wisata air atau water sport seperti jetski ke kota arau daerah pesisir yang punya objek wisata pantai, seperti Kota Pariaman.

Menjawab dukungan pemprov soal optimalsisasi potensi hasil laut Sumbar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Yosmeri menyiapkan program dinasnya untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pesisir dan nelayan kecil.

"Kami dari DKP sudah menyiapkan beberapa program strategis, diantaranya program 1.000 rumpon dan tambak milenial," kata Yosmeri saat dihubungi terpisah.

Yosmeri menyebut program 1.000 rumpon merupakan keinginan Gubernur Mahyledi untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan di kawasan pesisir.

"Program 1.000 rumpon sebagai upaya peningkatan populasi ikan, dengan begitu hasil tangkapan nelayan bisa lebih banyak," ungkap Yosmeri.

Selain itu, ucapnya, DKP juga ada program tambak milenial, yaitu tambak-tambak skala kecil yang dikelola masyarakat pesisir.

Lebih lanjut diakui Yosmeri, selama beberapa tahun belakangan ini DKP memang tidak lagi melaksanakan program rumpon sebab fokus pada alih teknologi nelayan, yaitu teknologi penangkapan.

"Jadi ketika dua metode ini kami lakukan, hasil tangkapan diharapkan bisa bertambah dan kesejahteraan nelayan pun meningkat," tambah Yosmeri.

Mentawai Sentra Lobster

Selain itu, terkait adanya larangan ekspor benih lobster oleh pemerintah pusat, DKP Sumbar berencana akan memaksimalkan potensi benih lobster yang melimpah di Kepulauan Mentawai.

"Berdasarkan riset dan analisa yang sudah kami lakukan, di Sumbar ini punya potensi benih lobster yang bagus di Kepulauan Mentawai. Untuk itu kami minta ke Pemerintah Pusat untuk menetapkan Mentawai dijadikan sentra pengambangan budidaya lobster di Sumbar, dan suratnya sudah kami siapkan dan akan segera dikirim ke pusat," terang Yosmeri.

Komentar