Masyarakat Harus Paham Bahaya Corona

Metro-131 hit 23-03-2020 21:19
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin bersama kepala BNPB Doni Monardo saat jumpa pers di BNPB Pusat, Senin (23/3). (Foto : Dok. BNPB Pusat)
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin bersama kepala BNPB Doni Monardo saat jumpa pers di BNPB Pusat, Senin (23/3). (Foto : Dok. BNPB Pusat)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Wakil PresidenRI Ma'ruf Amin meminta semua masyarakat untuk menaati imbauan Pemerintah dalam menerapkan jaga jarak aman (social distancing) dan tidak mendatangi kerumunan sebagai upaya mencegah penyebarluasan Covid-19.

Hal itu disampaikan Wapres melalui rilis yang disampaikan BNPB ke Arunala.com , saat menyambangi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (23/3).

"Kepada masyarakat, kepada umat, untuk ikut mematuhi seruan-seruan Pemerintah ini, supaya masyarakat itu bisa memahami bahwa bahaya corona ini kalau kita tidak bisa menjaga jarak," kata Wapres didampingi Kepala BNPB Doni Monardo.

Baca Juga

Wapres Ma'ruf juga minta seluruh tokoh agama di daerah untuk tidak menyelenggarakan acara-acara keagamaan yang melibatkan banyak orang, sehingga penyebaran Covid-19 tidak semakin luas dan penanganannya saat ini bisa optimal.

"Saya ingin mengajak kepada ulama, kepada para pemimpin agama supaya menaati seruan-seruan "Apalagi sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak menyelenggarakan pertemuan. Seharusnya para ulama ikut menjaga, memberikan tuntunan nasihat kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, lanjut Wapres Ma'ruf, Pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 antara lain dengan mendatangkan alat kesehatan dari China yang tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin pagi.

Logistik medis tersebut akan digunakan untuk melindungi masyarakat yang masuk dalam kategori positif COVID-19, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), hingga para petugas medis.

"Sekarang sedang dilakukan distribusi ke seluruh daerah, sehingga diharapkan dalam waktu dekat kebutuhan alat pelindung maupun alat kesehatan bagi mereka yang tercurigai itu sudah terjalin dengan baik," ujar Wapres.

Kemudian pemerintah juga telah mengoperasikan Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dengan kapasitas 3000 pasien. Selain sebagai tempat penanganan, RS tersebut juga dioptimalkan sebagai rumah isolasi. (rel)

Komentar