Genius Ikut Rakernas Pembangunan Pertanian 2021

Ekonomi-18 hit 11-01-2021 17:58
Wako Genius Umar bersama jajarannya mengikuti rakernas pembangunan pertanian 2021 secara virtual di Balaikota Pariaman, Senin (11/1). (Dok : Istimewa)
Wako Genius Umar bersama jajarannya mengikuti rakernas pembangunan pertanian 2021 secara virtual di Balaikota Pariaman, Senin (11/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2021 dibuka secara resmi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1).

Rakernas ini diikuti oleh gubernur, bupati wali kota se Indonesia secara virtual. Di Kota Pariaman, rakernas ini diikuti Wali Kota Genius Umar didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dasril dan Kepala Dinas Kominfo, Hendri di ruang rapat wali kota.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral.

Baca Juga

"Kita mengetahui Food and Agricultural Organization (FAO) memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan, sebab itu harus hati-hati menghadapi hal ini," ungkap Jokowi.

Akibat pembatasan distribusi barang antar negara, lanjut Jokowi, distribusi pangan dunia menjadi terkendala. Dan diketahui beberapa minggu terakhir urusan yang berkaitan dengan tahu dan tempe serta kedelai menjadi masalah.

Jokowi juga mengatakan anggaran subsidi pupuk tiap tahunnya mencapai sekitar Rp33 triliun.

"Dengan subsidi sebesar itu dalam 10 tahun negara telah mengeluarkan sebesar Rp330 triliun untuk pupuk, angka tersebut sangat besar," jelasnya.

Presiden mengatakan pupuk dan bibit adalah hal penting. Namun jika rutinitas hanya dilakukan terhadap hal-hal tersebut maka pertanian nasional tidak mampu bersaing.

"Tolong dievaluasi, ini ada yang salah. Saya sudah berkali-kali minta ini," sebutnya.

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan penduduk Indonesia sudah 270 juta jiwa lebih, sebab itu pengelolaan yang berkaitan dengan pangan harus dicari solusi. Pembangunan pertanian harus segera dieksekusi secara detail terutama yang berkaitan komoditas pertanian impor seperti kedelai, jagung, gula, bawang putih, beras serta komoditas lain yang masih impor harus segera dicarikan design yang baik agar bisa tuntas dan tidak monoton.

"Maka dari itu, kita harus membangun sebuah lahan yang sangat luas dan cocok untuk komoditas seperti kedelai dan jagung dalam skala lahan yang luas mulai dari 1 hektara (ha)-1 juta ha," tegasnya.

"Dengan menggunakan ekonomi skill dan teknologi sehingga harga pokok produksinya bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dengan negara-negara lain," pungkas Jokowi.

Komentar