Rupiah Berdaulat Rambah Mentawai, BI Hindari Transaksi Uang Asing

Ekonomi- 19-04-2024 20:18
Kepala BI Perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra saat melepas pengiriman uang miliaran rupiah ke Mentawai dalam program Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Jumat (19/4/2024). (Dok : Padangmedia.com)
Kepala BI Perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra saat melepas pengiriman uang miliaran rupiah ke Mentawai dalam program Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Jumat (19/4/2024). (Dok : Padangmedia.com)

Padang, Arunala.com - Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), menggelontorkandana sebesar Rp 3 miliar untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pengiriman uang menggunakan kapal KRI Cakalang itu sebagai upaya sentimen BI Perwakilan Sumbar mengatasi terjadinya transaksi menggunakan mata uang asing di kabupaten terluar Sumbar ini.

Kepala BI Perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra, menyebut, di Mentawai itu aktivitas transaksi tunainya cukup tinggi.

"Jadi, supaya daerah itu tetap menggunakan rupiah sebagai alat transaksi, Bank Indonesia (BI) pun memasok Rp 3 miliar uang baru. Ini sekaligus mengatasi transaksi dengan mata asing di daerah itu," kata Endang di Padang, Jumat (19/4/2024).

Dia menjelaskan, dipasoknya uang sebanyak Rp 3 miliar ke Mentawai itu juga dalam program Rupiah Berdaulat yang dibuat BI.

"Melihat cukup tinggi transaksi tunai di sana yang hampir mencapai 98 persen, maka BI harus hadir di situ, jangan sampai masyarakat butuh rupiah, kita tidak ada di situ. Siapapun yang berada di Indonesia bertransaksi menggunakan rupiah, tidak boleh mata uang asing," ungkapnya.

Sementara pengiriman uang miliaran rupiah melalui kerja sama dengan TNI AL itu disebar pada lima pulau yang ada di Mentawai, yakni Pulau Pagai Selatan, Pagai Utara, Sipora, Siberut (Maileppet) Muara Sikabaluan. (*)

Komentar