Padang, Arunala.com - Pihak Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang makin serius mengatasi persoalan stunting di wilayah kerjanya.
Setelah launching inovasi Dapur Sehat Go Gizi (Dagozi), kini aksi nyata kembali dilakukan pihak kecamatan dengan melatih sejumlah kader PKK, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan lainnya jadi pengelola Dagozi di kelurahan masing-masing.
Pelatihan pengelolaan Dagozi ini dimulai Selasa (30/4/2024) hingga Rabu (1/5/2024), dibuka langsung Camat Lubeg, Andi Amir.
"Pelatihan pengelolaan Dagozi ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Soalnya, dalam mengelolanya ada beberapa hal yang patut dipahami," ungkap Andi Amir kepada Arunala.com di sela-sela pembukaan pelatihan itu, Selasa (30/4/2024)
Dia menerangkan, hal penting yang diperhatikan itu mulai dari manajemen pengelolaan, pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak risiko stunting, selanjutnya pola pendistribusian PMT yang tepat sasaran.
"Hal yang lebih penting lagi, dalam penyediaan PMT ini, pengelola Dagozi harus melibatkan tim dari ahli gizi agar asupan makanan benar-benar memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak risiko stunting," ungkap Andi Amir lagi.
Jadi pada intinya, lanjut Camat Lubeg ini, pelatihan ini bagaimana menyiapkan tenaga yang menggerakkan Dagozi ini untuk pencegahan stunting di tiap kelurahan yang ada di Kecamatan Lubeg ini.
"Pelatihan ini juga sebagai langkah kami menindak lanjut dari konvergensi stunting yang diamanatkan Presiden dalam penanganan stunting yang terstruktur dan terpola di tingkat kota hingga kecamatan," tukas Andi Amir.
Bahkan Andi Amir menginginkan, pengurus TP PKK dan TPK menjadi duta stunting di kelurahan mereka masing-masing.
Sementara, Asisten Satgas Stunting Kota Padang, Budi Mulya menyebutkan, langkah pihak Kecamatan Lubeg mengatasi stunting sangat diapresiasi.
"Karena upaya menekan kasus stunting tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi harus dilakukan secara kolaborasi dengan berbagai pihak, terlebih di tingkat kelurahan," kata Budi. (*)


Komentar