Zerokan Stunting, Camat Lubeg Bentuk Tim Percepatan Penangganan

Metro- 31-05-2024 06:54
Camat Lubeg, Andi Amir bersama beserta seluruh lurah,  puskesmas dan Balai Penyuluh KB, kader KB, TP PKK, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta TNI/Polri, beberapa hari lalu. (dok : istimewa)
Camat Lubeg, Andi Amir bersama beserta seluruh lurah, puskesmas dan Balai Penyuluh KB, kader KB, TP PKK, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta TNI/Polri, beberapa hari lalu. (dok : istimewa)

Padang, Arunala.com - Penekanan angka stunting di kecamatannya, Camat Lubuk Begalung (Lubeg) Kota Padang, Andi Amir terus jalin koordinasi dengan berbagai pihak di kecamatannya.

"Penangganan stunting itu perlu intervensi serentak, dimana seluruh lintas sektor terlibat dan berperan aktif sesuai dengan tupoksi masing-masing," ungkap Andi Amir kepada Arunala.com di Padang.

Alasan Camat ini menegaskan hal demikian, karena pihak kecamatannya sedang menyiapkan program Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan Stunting yang akan dilaksanakan di wilayah kerjanya.

pihaknya mengadakan mini lokakarya, dengan melibatkan jajaran pemerintah kecamatan beserta seluruh lurah, puskesmas dan Balai Penyuluh KB, kader KB, TP PKK, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta TNI/Polri, beberapa hari lalu.

Menurut Andi, intervensi serentak menjadi tugas semua, untuk memastikan dilakukan pendataan seluruh ibu hamil dan balita yang ada di daerah kita agar menjadi sasaran dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

"Kami meminta Lurah, PKK, Kader TPK kelurahan agar memastikan seluruh ibu hamil dan balita datang ke posyandu, memastikan alat antropometri terstandar tersedia di posyandu," ucap Andi lagi.

Menurutnya, pihaknya juga memastikan seluruh kader posyandu memiliki keterampilan dalam penimbangan dan pengukuran dengan menggunakan antropometri terstandar, sehingga tidak lagi terjadi perbedaan hasil pengukuran, yang bisa berakibat terjadinya perbedaan data jumlah kasus stunting.

"Kami harus melakukan penyuluhan kesehatan untuk ibu hamil dan balita secara masiv dan terus menerus, guna memastikan seluruh ibu hamil memiliki pengetahuan terkait pola hidup sehat, terutama di masa kehamilan dan 1.000 hari pertama kehidupan," tegas Andi.

Ia juga menjelaskan, tujuan Intervensi Serentak Cegah Stunting, adalah untuk meningkatkan cakupan dan sasaran ke posyandu, untuk itu peran kader posyandu sangat dibutuhkan.

Dalam kesempatan ini, Andi juga menekankan, Lurah sebagai penanggung jawab TPPS(Tim Percepatan Penurunan Stunting) di Kelurahan agar dapat menjadi motor penggerak bagi pelaksanaan seluruh tugas dan fungsi TPPS.

"Kami bertekad dari total angka stunting dan keluarga beresiko stunting yang saat ini mencapai 100 orang, dengan intervensi serentak dapat kita turunkan, bahkan kalau bisa kami zerokan," pungkas Andi. (*)

Komentar