Gubernur Mahyeldi Yakini Kolaborasi PTN dan Pemda Terus Pacu Pembangunan

Metro- 01-06-2024 19:01
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Humas Pemprov Sumbar
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Humas Pemprov Sumbar

Padang, Arunala.com---Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meyakini kolaborasi berkelanjutan pemerintah daerah dengan perguruan tinggi negeri (PTN) akan makin mendorong percepatan pembangunan.

"Kami meyakini kolaborasi antara PTN-BH di Indonesia dengan pemerintah pusat dan daerah, termasuk di Sumbar, akan semakin memudahkan tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat jamuan makan malam bersama Majelis Senat Akademik PTN-Berbadan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia di Auditorium Gubernuran, Jumat (31/5/2024) malam.

Ia meyakini, pertemuan Majelis Senat PTN-BH se-Indonesia menjadi kesempatan besar untuk saling bertukar pikiran, belajar, dan saling berbenah untuk menciptakan kolaborasi yang kuat dan saling mendukung antar PTN-BH. "Sebab, PTN-BH memiliki peran strategis dalam memajukan pembangunan di Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, selaku tuan rumah, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi PhD mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan jajaran Pemprov Sumbar, yang selama ini selalu mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Sumbar. Termasuk di antaranya, hibah pembangunan jembatan dari provinsi, yang menghubungkan Rumah Sakit (RS) Unand dengan masyarakat.

"Kami atas nama Unand serta seluruh jajaran PTN juga mengucapkan terima kasih atas jamuan makan malam yang luar biasa ini. Semoga pertemuan ini semakin menambah keakraban kebersamaan dan silaturrahim di antara kita semua," ucap Efa.

Dalam kesempatan itu, Efa juga menyampaikan bahwa saat ini sudah dibuka program studi (Prodi) S2 Manajemen Kebencanaan di Unand, sebagai respons relevan atas persoalan yang terjadi di Sumbar. "Unand menyadari, bahwa upaya penanganan kebencanaan sangat membutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pihak," ungkap Efa. (*)

Komentar