Turunkan Angka Stunting, Pemko Pariaman dan Stakeholder Buat Komitmen

Metro- 02-06-2024 15:47
Asisten I Setko Pariaman, Yaminu Rizal, bersama Sekretaris BKKBN Sumbar Nova Dewita, dan Dandim 0308 Pariaman Letkol Inf Dwi Widodo tanda tangani spanduk komitmen penurunan angka stunting di kota itu, Rabu (8/5/2024). (dok : istimewa)
Asisten I Setko Pariaman, Yaminu Rizal, bersama Sekretaris BKKBN Sumbar Nova Dewita, dan Dandim 0308 Pariaman Letkol Inf Dwi Widodo tanda tangani spanduk komitmen penurunan angka stunting di kota itu, Rabu (8/5/2024). (dok : istimewa)

Pariaman, Arunala.com – Menyadari dampak dampak jangka panjang persoalan stunting bagi generasi masa depan Negara dan Kota Pariaman, pemko setempat membuat komitmen bersama semua stakeholder yang ada di kota itu.

Pernyataan komitmen bersama itu dicapai setelah pihak pemko bersama stakeholder terkait menggelar rakor dan rembuk stunting tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Kota Pariaman 2024.

Rakor dan rembuk yang dipimpin Asisten I Setko Pariaman, Yaminu Rizal, di Aula Balaikota Pariaman, Rabu (8/5/2024), diikuti banyak pihak. Mulai dari BKKBN Sumbar, Dandim 0308 Pariaman, Polres Pariaman, BPS Kota Pariaman, Kepala Bappeda Pemko Pariaman, dan seluruh lainnya.

Dalam rakor itu, Yaminu Rizal menerangkan, percepatan penurunan angka stunting merupakan salah satu program prioritas nasional yang harus didukung bersama. Bahkan presiden telah mengeluarkan Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, yang telah menetapkan lima pilar strategis nasional percepatan penurunan stunting.

“Banyak aspek yang mempengaruhi penurunan stunting, mulai dari program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), Aspek Kesehatan, Aspek Keluarga, maupun aspek perilaku. Artinya intervensi terhadap percepatan penurunan stunting perlu dilakukan dengan intervensi spesifik dan terpadu dari semua stakeholder yang ada di Kota Pariaman ini,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, di tahun 2023, Kota Pariaman sudah berupaya menurunkan angka stunting dengan berbagai upaya, salah satunya dengan menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.

Dia kemudian mengajak semua yang hadir dalam rakor untuk aktif terlibat dalam percepatan penurunan stunting dengan menjadi BAAS Kota Pariaman.

”Tanpa adanya komitmen dan sinergi yang kuat serta cepat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting, maka gerakan kita hari ini, akan sia-sia dan dapat dipastikan kegiatan kita hanya sebatas semboyan tapi miskin Gerakan,” tuturnya. (*)

Komentar