Banjir Bandang Landa Sianok, Tiga Kedai dan Lima Rumah Terendam

Metro- 03-06-2024 19:21
Salah satu kedai yang terdampak banjir bandang yang melanda Nagari Sianok VI Suku Kecamatan IV Koto Agam, Senin (3/6/2024) sore. IST
Salah satu kedai yang terdampak banjir bandang yang melanda Nagari Sianok VI Suku Kecamatan IV Koto Agam, Senin (3/6/2024) sore. IST

Agam, Arunala.com--Aliran Batang Sianok, meluap akibat tingginya curah hujan, Senin (3/6/2024). Air bah masuk ke permukiman warga di Jorong Lambah Nagari Sianok VI Suku Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam sekitar pukul 15.38.

"Banjir bandang merendam dua unit rumah warga beserta kedai, satu kedai dan tiga unit rumah warga," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Ichwan Pratama Danda.

Ia mengatakan kondisi di Nagari Sianok VI Suku masih hujan. "Kami mengimbau kepada masyarakat selalu waspada terhadap ancaman-ancaman banjir susulan," imbaunya.

Mendapat kabar Jorong Lambah Nagari Sianok VI Suku dilanda banjir, Bupati Agam Andri Warman bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi meninjau lokasi.

Bupati Agam, Andri Warman mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun banjir bandang berdampak terhadap tiga warung dan lima unit rumah.
“Tidak ada korban jiwa, tapi berdampak terhadap ekonomi warga sekitar Batang Sianok. Korban banjir bandang ini akan kami data secara keseluruhan,” kata Andri Warman.

Ia belum bisa memastikan, apakah korban banjir bandang Batang Sianok akan di relokasi atau tidak. "Nanti akan dirapatkan dengan pemerintah provinsi lebih dulu," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi mengatakan, kejadian aliran Batang Sianok meluap ini adalah yang ketiga kalinya. Tidak ada korban jiwa, karena warga sekitar telah siap siaga.

“Kita tidak tahu persis apa yang terjadi di hulu Batang Sianok ini. Tidak ada hujan, tahu-tahunya banjir bandang datang. Sehingga kita terkejut,” kata Marfendi.

Ia meminta instansi terkait untuk melakukan peninjau di hulu Batang Sianok ini, apa yang terjadi di hulunya. “Nanti kita carikan solusinya. Jika tidak dapat kita atasi di provinsi kita minta ke pemerintah pusat,” tukasnya. (*)

Komentar