Padang, Arunala.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis Kabupaten Muko-Muko Bengkulu, diguncang gempa bumi 5,7 magnitudo, Rabu pagi (5/6/2024) sekitar pukul 09.20 WIB.
Berdasarkan informasi itu, pusat gempa bumi berada 3.76 LS, 100.54 BT sekitar 146 km Barat Daya Muko-Muko pada kedalaman 34 km.
Dari rilis yang diterima dari Patahan Sumatra Institute menyebutkan, keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di atas, tentu sebagian besar masyarakat menjadi tahu dan berpikiran bahwasannya lokasi pusat gempa berada pada jarak 146 km di sebelah Barat Daya dari Muko-Muko.
"Dalam konteks ini, akan dikatakan sebagai gempa Bengkulu atau Bengkulu didera gempa," kata pengamat gempa Patahan Sumatra Institute, Ade Rahadian.
Adapun kecepatan dan keakuratan, sebut Ade, merupakan hal yang sangat penting dalam penyampaian informasi gempa bumi kepada masyarakat.
"Meski kedua aspek tersebut tidak selalu selaras, namun kecepatan penyebaran informasi tetap menjadi prioritas utama BMKG," ungkapnya.
Mengatasi Kesalahpahaman
Dia juga menilai, masih banyak masyarakat yang salah memahami parameter informasi gempa yang diberikan BMKG, khususnya mengenai lokasi episentrum gempa.
Menurut Ade, BMKG biasanya mencantumkan wilayah terdekat dengan pusat gempa, namun terkadang Point of Interest (POI) yang disebutkan jauh dari pusat gempa sebenarnya.
Misalnya, gempa bumi yang berpusat di Pulau Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumbar, mungkin akan mencantumkan Bengkulu sebagai POI-nya.
"Hal ini dapat menimbulkan kebingungan, masyarakat salah mengira bahwa gempa terjadi di Bengkulu sehingga mengurangi kewaspadaan terhadap gempa di Sumbar," tukas Ade Rahadian.
Dia menambahkan, BMKG selalu menerapkan 4 parameter penting yang disampaikan dalam informasi gempa yaitu: waktu kejadian gempa, besaran magnitudo, kedalaman gempa dan keterangan lokasi kejadiannext


Komentar