Kunjungan ke China, Terbuka Peluang M Djamil Tingkatkan Kompetensi Dokter Kardiovaskular

Metro- 12-06-2024 06:50
Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menerima cinderamata saat kunjungan kerja ke China. IST
Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua menerima cinderamata saat kunjungan kerja ke China. IST

Padang, Arunala.com--Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua bersama Dirjen Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan drg Arianti Anaya MKM dan rombongan lainnya melakukan kunjungan kerja ke China pada minggu lalu. Ini sebagai upaya mendorong kerja sama mendalam di bidang medis antara China dan Indonesia.

Selain mengunjungi beberapa rumah sakit, dalam kunjungan ke China kali ini juga dilangsungkan penandatanganan perjanjian kerja sama. Rumah sakit yang dikunjungi yakni RS Rizhao Xinyi, Rumah Sakit Zhongshan yang berafiliasi dengan Universitas Fudan di Shanghai, Rumah Sakit Rizhao yang Berafiliasi dengan Universitas Qingdao/Rumah Sakit Jantung Rizhao, dan Rumah Sakit Peking Union Medical College.

"RSUP Djamil sebagai salah satu rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan ingin mengambil peluang kerja sama yang sudah dilakukan selama kunjungan kerja," kata Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua kepada arunala.com, Selasa (11/6/2024) malam.

Dalam hal kerja sama yang dijalin Kemenkes itu, tutur Dovy, terbukanya kesempatan untuk mengirim dokter-dokter dari RSUP M Djamil yang membutuhkan kompetensi tambahan atau fellowship di bidang kardiovaskular. Termasuk mempelajari manajemen rumah sakit di sana.

"Mereka sangat maju dan efisien dalam tata kelola rumah sakit maupun penggunaan teknologi kesehatan khususnya imaging," tutur Dovy seraya mengatakan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan medis di RSUP M Djamil sendiri.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Rizhao Xinyi melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) Kerja Sama Pelatihan Dokter Kardiovaskular. Kerja sama ini terjalin dalam kunjungan kerja Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan drg Arianti Anaya MKM ke China pada minggu lalu.

Melalui kerja sama ini, dalam lima tahun ke depan, Kementerian Kesehatan akan mengirimkan sejumlah dokter, perawat, dan teknisi kardiovaskular ke rumah sakit Rizhao Xinyi untuk studi lebih lanjut.

Komitmen ini bertujuan mempercepat peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga medis dan kesehatan dalam menangani penyakit jantung di Indonesia. Hal ini sejalan dengan meningkatnya angka kejadian kardiovaskular di Indonesia dari tahun ke tahun, yang menjadikannya salah satu penyakit dengan beban pembiayaan kesehatan tertinggi.(*)

Komentar