Mahyeldi Minta Prosedur Lahan Relokasi segera Dituntaskan

Metro- 18-06-2024 22:43
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama dinas terkait saat meninjau lahan BBI Ladang Lawas Rambatan, Tanahdatar. Direncanakan akan jadi tempat relokasi korban bencana banjir lahar dingin di kabupaten itu, Selasa (18/6/2024). (dok : sumbarprov.go.id)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama dinas terkait saat meninjau lahan BBI Ladang Lawas Rambatan, Tanahdatar. Direncanakan akan jadi tempat relokasi korban bencana banjir lahar dingin di kabupaten itu, Selasa (18/6/2024). (dok : sumbarprov.go.id)

Tanahdatar, Arunala.com - Lahan seluas 20 hektare (ha) milik Dinas Pertanian Sumbar di kompleks Balai Benih Induk (BBI) Ladang Lawas Rambatan, Tanahdatar, direncanakan menjadi tempat relokasi korban bencana banjir lahar dingin Marapi di kabupaten itu.

"Informasi sementara saya dapat dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sumbar, ada 58 rumah yang akan direlokasi. Sementara itu, 157 rumah lagi akan dibangun di atas tanah milik warga itu sendiri," ucap Gubernur Sumbar, Mahyedi meninjau lahan tersebut, Selasa (18/6/2024).

Namun tidak dirinci apakah 58 warga yang akan direlokasi itu hanya di Tanahdatar saja atau sudah termasuk rumah warga yang rusak di Agam dan Padangpanjang.

Untuk relokasi, sebutnya, memang butuh perencanaan matang, karena yang akan dibangun bukan saja rumah penduduk, tapi juga fasilitas umum seperti rumah ibadah dan lain-lain.

Rencana relokasi pada lahan BBI tersebut karena memiliki sumber airnya lancar, serta kawasan perladangan dan sawah yang perlu dioptimalkan.

"Peluang ini dinilai sangat bagus untuk mendukung upaya pemerintah dalam melibatkan peran serta petani kalangan milenial," nilai Mahyedi.

Kemudian, terangnya lagi, untuk mengoptimalkan potensi ini, nanti pemprov akan merekrut generasi milenial.

"Pemprov Sumbar akan kasih bibit dan pupuk untuk menanam jagung dan padi. Sehingga, kawasan ini dapat lebih optimal lagi penggunaannya, dan menjadi sumber ekonomi yang baik bagi masyarakat kita," ujar Mahyeldi lagi.

Selain memastikan letak lahan untuk relokasi, Mahyeldi juga menjelaskan, saat ini telah tersedia stok rumah bantuan permanen dari Kementerian PUPR.

"Namun, untuk memulai pekerjaan tetap dibutuhkan berbagai kesiapan, terutama sekali kesiapan secara administrasi. Oleh karena itu, saya meminta dinas terkait untuk mempercepat segala prosedur yang diperlukan," pungkas Mahyeldi. (*)

Komentar