Tekan Angka Stunting di Sumbar, Gubernur Dorong Lahirnya Strategi Baru

Metro- 20-06-2024 18:29
Gubernur Mahyedi didamping Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr Lila Yanuar sedang diskusi soal penanganan penurunan stunting dengan peserta rapat evaluasi, di Padang, Kamis (20/6/2024). (dok : istimewa)
Gubernur Mahyedi didamping Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr Lila Yanuar sedang diskusi soal penanganan penurunan stunting dengan peserta rapat evaluasi, di Padang, Kamis (20/6/2024). (dok : istimewa)

Padang, Arunala.com - Dalam rapat evaluasi Tim Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumbar, Gubernur Mahyedi agar dilakukan pihak terkait memperbaiki program-program penurunan stunting yang telah ada sebelumnya.

Apa yang disampaikan Mahyeldi ini berhubungan dengan fluktuatifnya angka prevelansi stunting di Sumbar dalam tiga tahun terakhir di Padang, Kamis (20/6/2024).

"Berdasarkan survei SSGI prevalensi stunting Sumbar tahun 2021,m berada pada angka 23,3 persen, kemudian pada tahun 2022 tercatat 25,2 persen atau meningkat 1,9 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan di tahun 2023 lalu, telah terjadi penurunan ke angka 23,6 persen, dan tercatat di bawah angka rata-rata nasional," kata Mahyeldi.

Untuk diketahui, sebut Mahyeldi, program percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas di Sumbar, sehingga memerlukan pembaruan strategi yang lebih tepat sasaran.

"Agar percepatan penurunan itu berjalan optimal, pihak terkait perlu menciptakan strategi-strategi baru agar lebih tepat sasaran dalam menurunkan angka stunting," harapnya.

Kemudian kepada pihak OPD, Mahyeldi menilai perlu didorong untuk lahirnya suatu program kegiatan yang strategis serta sinkron antar OPD serta sektor terkait lain.

"Bagi pemkab dan pemko juga menjalin koordinasi hingga ke tingkat nagari/desa dengan harapan penanganan stunting dapat dikerjakan secara lebih spesifik by name by address, by case by intervention," ucap Mahyeldi lagi.

Dirinya meyakini, dengan kerja keras, kerja sama, dan komitmen semua pihak, maka target penurunan prevalensi stunting yang telah ditetapkan untuk tahun 2024, yakni sebesar 14 persen akan dapat tercapai.

"Masalah stunting adalah masalah keluarga. Kita harus menghadirkan keluarga yang sejahtera. Masa depan anak-anak bergantung pada upaya kita hari ini. Barangkali, inilah yang menjadi tugas kita bersama dalam melakukan percepatan penurunan angka stunting di Sumbar," katanya laginext

Komentar