Padang, Arunala.com - Penyelidikan kasus penyebab tewasnya seorang remaja bernama Afif Maulana terus dilakukan pihak kepolisian.
Perkembangan terbaru, Bidang Propam Polda Sumbar bersama Polresta Padang melakukan pemeriksaan terhadap puluhan anggota Shabara Polda Sumbar guna dimintai keterangannya sehubungan kematian Afif ini.
Diperiksanya puluhan anggota Shabara Polda Sumbar untuk minta keterangan itu disampaikan Wakapolres Padang, AKBP Rully Indra Wijayanto saat jumpa pers terkait perkembangan penyelidikan terhadap korban Afif ini di Mapolresta Padang, Jumat (21/6/2024).
"Kami bersama Bidang Propam Polda Sumbar memang mintai keterangan anggota Shabara Polda Sumbar itu. Tunggu aja hasil penyelidikan dan pengembangan dilakukan tengah kami lakukan," ungkap Rully Indra Wijayanto kepada sejumlah wartawan saat itu.
Menurutnya, penyelidikan kasus ini masih berlanjut, termasuk dugaan ada keterlibatan para anggota ini dalam kasus tersebut.
Wakapolresta Padang ini juga menjelaskan, sebelumnya para personel Shabara Polda Sumbar pada Sabtu (9/6/2024) malam melakukan patroli rutin untuk mencegah tindak kejahatan di malam hari.
"Saat patroli, personel ini berpapasan dengan sekelompok anak muda membawa senjata tajam (sajam) berupa clurit, parang, dan lainnya, kelompok anak muda tersebut melintasi batas Kecamatan Kuranji," ungkapnya.
Personel Shabara langsung melakukan pengamanan terhadap mereka yang bawa sajam.
Saat dilakukan pengamanan, ada sempat tercetus kalimat, mengajak saksi bernama Adib untuk melompat ke jembatan Batang Kuranji, namun ajakan tersebut ditolak dan saksi dan memilih menyerahkan diri.
Kemudian kelompok anak muda berjumlah 18 orang itu dibawa ke Mapolsek Kuranji, saat diinterogasi petugas, tidak ada nama korban atas nama Afif Maulana
"Dari 18 orang korban salah satunya berinisial "FF", 22, diduga membawa sajam, petugas langsung menahannya. Sajam lainnya berserakan dan tidak diketahui siapa pemiliknya. Kini kasus "FF" bawa sajam sedang ditangani Polsek Kuranji," jelas Rully Indra Wijayantonext


Komentar