Lantik Dekan FEB dan FKM, Rektor Unand Minta Perluas Networking

Metro- 26-06-2024 15:27
Rektor Universitas Andalas  Efa Yonnedi PhD resmi melantik Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Periode 2024-2029 di Convention Hall Kampus Unand Limau Manih Padang pada Rabu (26/6/2024). IST
Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi PhD resmi melantik Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Periode 2024-2029 di Convention Hall Kampus Unand Limau Manih Padang pada Rabu (26/6/2024). IST

Padang, Arunala.com--Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi PhD resmi melantik Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Periode 2024-2029. Pelantikan itu berlangsung di Convention Hall Kampus Unand Limau Manih Padang pada Rabu (26/6/2024).

Dekan yang dilantik adalah Dr Fery Andrianus SE MSi menjadi Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis. Selain itu juga dilantik Dr dr Dien Gusta Anggraini Nursal MKM menjadi Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat menggantikan Defriman Djafri SKM MKM PhD yang telah mengakhiri masa jabatan.

Setelah pengambilan sumpah jabatan, upacara pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan dan menerima jabatan secara berturut-turut. Serta juga penandatanganan pakta integritas.

"Hari ini adalah momen penting bagi Fakultas Ekonomi & Bisnis dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Pelantikan Dekan baru adalah momentum strategis untuk memperkuat komitmen kita dalam memajukan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Sumbar dan di kancah nasional serta global," kata Rektor Unand Efa Yonnedi PhD saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan Universitas Andalas telah bertekad menjadi universitas glocal atau global lokal. Di rekognisi secara global tapi tumbuh dengan akar-akar yang kuat dengan nilai lokal.

"Untuk bisa menjadi universitas di rekognisi secara global, dari ranking-ranking yang tersedia atau QS World Ranking itu sederhana," ucapnya.

Indikatornya, tutur Efa, academic reputation dan employer reputation. Kedua ini bobotnya 50 persen. Kemudian citations dari karya dosen-dosen. Jika ditotalkan ketiganya dengan bobot 80 persen.

"Artinya saya melihat untuk menjadi universitas yang diakui baik ditingkat lokal dan global, kita mesti tingkatkan reputasi akademik dan tingkatkan reputasi pemberi kerja," sebut Efa.

Kuncinya, ungkap Efa, hanya satu yakni networking. Networking dengan universitas dalam dan luar negeri serta networking dengan dunia usaha dan dunia industri.

"Kepada dua dekan yang dilantik, mari kita jalin kerja sama dan networking yang lebih progresif sehingga universitas dan fakultas kita semakin diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun global," harap Ekonom ini. (*)

Komentar