Ditemukan 2.122 Kasus, Pemko Padang Serius Putus Mata Rantai TBC

Metro- 09-07-2024 16:19
Pj Sekko Padang Yosefriawan saat memberikan sambutan pada Pertemuan Koordinasi dan Revitalisasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis, Selasa (9/7/2024). Diskominfo Kota Padang
Pj Sekko Padang Yosefriawan saat memberikan sambutan pada Pertemuan Koordinasi dan Revitalisasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis, Selasa (9/7/2024). Diskominfo Kota Padang

Padang, Arunala.com--Dinas Kesehatan Kota Padang serius dalam memutuskan mata rantai penyakit tuberculosis (TBC). Pada tahun 2024 Kota Padang diestimasikan terdapat 4.838 kasus TBC. Namun hingga Juni 2024 tercatat 2.122 kasus TBC di Kota Padang.

"Berdasar data Dinkes sekitar 16,4 persen berasal dari luar kota Padang. Sementara itu 83,6 persen (1.773 kasus) berasal dari Kota Padang yang tersebar di 11 kecamatan. Kasus TBC menurut kelompok umur 20 persen pada anak usia 0-14 tahun, 80 persen pada usia 15 tahun ke atas," kata Sekko Padang Yosefriawan saat Pertemuan Koordinasi dan Revitalisasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di salah satu hotel di Kota Padang, sebagaimana dilansir dari laman Facebook Diskominfo Kota Padang, Selasa (9/7/2024).

Ia menjelaskan untuk keberhasilan pengobatan pasien TBC pada tahun 2023, sebanyak 90,4 persen pasien yang menyelesaikan pengobatan, putus berobat 5,4 persen, meninggal 3,5 persen, pindah 0,5 persen dan gagal pengobatan 0,2 persen.

"Upaya yang dilakukan untuk menangani kasus TBC, dengan pembentukan tim percepatan penanggulangan tuberklosis di Padang untuk melaksanakan penjaringan kasus TBC di sekolah, pesantren, tempat kerja dan rutan serta faskes dan masyarakat Kota Padang," jelasnya.

Kadis Kesehatan dr Srikurnia Yati menuturkan, kasus TBC paling banyak berada di Kecamatan Koto Tangah, merupakan daerah yang luas dan mempunyai penduduk yang padat. Terdapat lima puskesmas yang siap melakukan skrining di wilayah Koto Tangah.

"2.122 kasus ini harus dilakukan pengobatan selama 6 bulan. Harapan kita semua pasien yang sudah positif itu dapat disembuhkan, sehingga tingkat persentase kesembuhan untuk Kota Padang mencapai 100 persen," ungkap dr Srikurnia.

Menurutnya, untuk skrining TB tidak memandang usia. Selagi ditemukan keluhan lebih dari dua minggu pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap sampel dahaknya.

"Dibanding tahun lalu tercatat sekitar 3.800 temuan kasus TBC selama 2023. Jika dibanding rentang waktu hingga Juni 2024 memang ada peningkatan. Skrining juga dilakukan di sekolah, pesantren, perusahaan, dan instansi pemerintah," tukasnya. (*)

Komentar