Padang, Arunala.com - Komunikasi awak kapal yang angkut logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) DPD RI untuk kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai hilang kontak dengan KPU Mentawai.
Kejadian hilang kontaknya kapal pengangkut logistik PSU itu dibenarkan Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen saat dihubungi Arunala.com, Sabtu siang (13/7/2024).
"Dugaan kami, kapal yang hilang kontak ini kemungkinan disebabkan adanya badai dan ombak besar di bagian perairan Selatan Mentawai. Hingga kini kami masih menunggu informasi lanjutan tim Basarnas Mentawai yang melakukan pencarian kapal tersebut," kata Surya Efitrimen.
Ditanya berapa kontak logistik PSU yang dibawa dengan kapal itu? Surya Efitrimen menjawab ada 18 kotak.
"Informasi terakhir yang kami (KPU Sumbar, red) terima, setelah menurunkan logistik ini di tempat lain (kecamatan sebelumnya), tinggal lagi 18 kotak untuk 18 TPS untuk Kecamatan Pagai Selatan. Ini yang belum sampai hingga sekarang," ucap Surya Efitrimen lagi.
Dia menyebutkan, informasi yang didapat, kapal yang bawa logistik bersama petugas di kapal itu terkena badai dan juga gelombang besar.
"Kita kan tahu, perairan di pantai Selatan Kepulauan Mentawai itu sering terjadi badai dan gelombang besar. Kemungkinan kapal itu diterpa badai saat lewat di sana," ujarnya.
Komisioner KPU Sumbar yang juga ketua Divisi Teknis, Ory Sativa Syakban juga membenarkan adanya kejadian yang menimpa kapal pembawa logistik PSU berikut petugas dan awak kapal itu.
"Dengan tak sampainya logistik PSU DPD ke Pagai Selatan ini, berarti pencoblosan di salah satu daerah kategori 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Sumbar pada 13 Juli 2024 itu tidak terlaksana sesuai jadwal yang ditentukan.
"Langkah agar pencoblosan bisa dilakukan di 18 TPS di Pagai Selatan itu yakni Insya Allah dengan pemungutan suara lanjutan (PSL)," ucap Ory.
Dia mengatakan, pemungutan suara ulang itu dilakukan setelah kabar pasti hilangnya kapal pengangkut logistik PSU dan personel yang ada di kapal sudah diketahui kondisinyanext


Komentar