Priyaldi Terangkan Keberadaan LKAAM Kota Pariaman

Metro-39 hit 22-09-2021 13:24
Sekretaris LKAAM Kota Pariaman, Priyaldi saat podcast di studio Gandoriah Diskominfo Kota Pariaman, Rabu (22/9). (Dok : Istimewa)
Sekretaris LKAAM Kota Pariaman, Priyaldi saat podcast di studio Gandoriah Diskominfo Kota Pariaman, Rabu (22/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Sejarah keberadaan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) di Kota Pariaman jadi pembicaraan hangat diacara Podcast Gandoriah Diskominfo Kota Pariaman, Rabu pagi (22/9).

Tampil dari pihak LKAAM Pariaman yakni Sekretarisnya, Priyaldi yang ditemani salah seorang pembawa acara dari Podcast Gandoriah Diskominfo itu.

Dalam pembicaraan saat itu, Priyaldi memaparkan fungsi LKAAM yang merupakan perpanjangan tangan kaum dan suku di masing-masing nagari yang ada di Kota Pariaman.

Baca Juga

"Sejak LKAAM berdiri banyak kegiatan yang kami lakukan, terutama dalam wadah fungsional niniak mamak. Kami telah melakukan revitalisasi kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN),mulai dari awal pembentukan sampai kepada penetapan dan pengukuhan anggota KAN," kata Priyaldi.

Dia mengatakan ada 10 nagari yang tersebar di Kota Pariaman, yaitu Nagari Sakarek Hilia, Sakarek Ulu, dan Ampek Angkek Padusunan, yang memiliki kearifan lokal yang beda, dan LKAAM sendiri langsung mewadahi tempat berhimpunnya niniak mamak yang ada di 10 nagari tersebut.

Priyaldi menjelaskan, arti dari LKAAM itu sendiri adalah, sebuah lembaga kerapatan adat yang ada di kota itu, merupakan lembaga fungsional niniak mamak se Kota Pariaman dari urek sampai ka pucuak.

"Saat ini LKAAM sudah diperkuat dalam Perda Nomor 12 Tahun 2013 tentang pedoman pembentukan lembaga kemasyarakatan Nomor 6 tahun 2014 tentang penguatan lembaga adat dan pelestarian nilai-kota pariaman, dan dasarnya adalah Perda Provinsi Sumbar nilai budaya," ujar Priyaldi.

Komentar