Yudisium Profesi Dokter FK Unand, dr Shafana Vinda Shabira Lulusan Terbaik

Metro- 28-08-2024 15:50
Dekan FK Unand Prof Dr dr Afriwardi SH SpKO MA Subs APK (K) menyerahkan piagam penghargaan kepada lulusan terbaik dr Shafana Vinda Shabira saat Yudisium dan Sumpah Profesi Dokter di Aula Student Center M Syaaf FK Unand Jati, Rabu (28/8/2024). IST
Dekan FK Unand Prof Dr dr Afriwardi SH SpKO MA Subs APK (K) menyerahkan piagam penghargaan kepada lulusan terbaik dr Shafana Vinda Shabira saat Yudisium dan Sumpah Profesi Dokter di Aula Student Center M Syaaf FK Unand Jati, Rabu (28/8/2024). IST

Ia mengatakan proses pembelajaran yang dilakukan tidak berakhir saat meraih gelar dokter. Pasalnya dinamika keilmuan kedokteran sangat cepat. "Maka para dokter baru dituntut untuk belajar seumur hidup.

Pembelajaran seumur hidup itu harus dilaksanakan. Setelah ini jangan lupa selalu mengingat dan kembali kepada institusi atau menghadiri kegiatan-kegiatan bersifat ilmiah. Tentu sesuai dengan keminatan," ungkapnya.

Ia meminta para dokter baru agar menjadikan kode etik kedokteran sebagai panduan dalam berpraktik. "Silakan untuk menjalankan profesi seorang dokter berkompetensi dan mungkin belum ada legalitas. Legalitas nanti akan didapatkan saat mendapatkan STR dan izin praktiknya," ucap Prof Afriwardi.

Sementara itu Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua mengatakan menjadi dokter adalah panggilan mulia. Ini bukan sekadar gelar. Tetapi juga tanggung jawab yang besar harus diemban dan penuh dedikasi, kejujuran, rasa kasih sayang kepada sesama.

"Profesi ini tidak hanya tentang pengetahuan medis. Akan tetapi juga tentang empati, etika dan kemampuan untuk mendirikan pengabdian yang tulus kepada pasien dan masyarakat," ucap Dovy.

Ia mengajak laksanakan sumpah dokter dengan penuh keikhlasan. Dan tetaplah menjaga profesionalisme dalam setiap tindakan yang dilakukan. "Kehadiran dokter baru ini ditunggu oleh masyarakat.

Berbuatlah dengan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi. Murah senyum, bersahabat, dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien," tutur dokter spesialis fetomaternal ini.

Tugas seorang dokter, sebut Dovy, bukan hanya menyembuhkan penyakit. Tapi juga memberikan hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah empati dan juga bisa berkomunikasi yang baik dengan pasien.

"Jadilah dokter yang selalu mengedepankan kesejahteraan pasien, menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung etika profesi," tukas Dovy.

Yudisium profesi dokter kali ini diakhiri dengan penampilan video dokumenter persembahan dokter baru dan persembahan dokter baru. Kekompakan mereka tergambar singkat pada saat penampilan tersebut. Selanjutnya ditutup dengan foto bersama.(*)

Komentar