.
"Kami atas nama Forikan Sumbar dan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar mengucapkan selamat kepada pemenang lomba. Baik lomba mewarnai tingkat TK, lomba masak serba ikan dan lomba masak ikan gariang," kata Ketua Forikan Sumbar Harneli Bahar.
Sebelumnya, Istri Gubernur Sumbar itu didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Dr Ir Reti Wafda dan Sekretaris Dinas Resi Suriati SPi MSi menyicipi sajian menu para peserta lomba. Baik lomba masak serba ikan maupun lomba masak ikan gariang.
Dalam hal ini, kata Harneli, sasaran dari kegiatan ini adalah bagaimana peningkatan konsumsi makan ikan di Sumbar. "Kita mengharapkan bukan sekadar lomba memasak. Akan tetapi bagaimana masakan-masakan yang hampir semua mengolah ikan bervariasi hendaknya," tuturnya.
Harneli mengakui semua makanan yang dibuat oleh peserta lomba baik dari Forikan se-Sumbar maupun organisasi-organisasi perempuan, setelah dicicipi enak dan tidak terasa lagi ikan. "Kita melihat sajian olahan ikan yang disajikan peserta lomba bervariasi. Ada yang mengolah ikan menjadi nugget atau mengolahnya menjadi bolu," tutur Ketua TP PKK Sumbar ini.
Ia berharap variasi makanan yang dihasilkan dalam lomba masak ini disenangi anak-anak. "Inilah yang harus kita sampaikan kepada orangtua. Melalui diversifikasi olahan ikan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi anak untuk mengonsumsinya. Dengan harapan nantinya terjadi peningkatan konsumsi ikan," ucapnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Dr Ir Reti Wafda MTp mengatakan rangkaian Rakor Forikan tahun ini berbeda dibanding tahun lalu. Salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan adalah lomba masak ikan gariang dengan peserta umum.
"Pesertanya ada dari BUMN, ada dari perguruan tinggi dan ada dari Forkopimda. Kita berharap tahun depan akan terjadi peningkatan jumlah peserta," harapnya.
Ia menjelaskan dipilihnya ikan gariang karena semua sungai di Sumbar rata-rata ditemui ikan gariang. Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar dalam tiga tahun terakhir telah membantu 2 juta bibit ikan gariang.
"Di situ juga ada kearifan lokal. Rata-rata di lubuak larangan memelihara ikan gariang. Dijaga oleh masyarakat dan ada kelompok pengawasannya. Ikan gariang ini senang dengan sungai bersih otomatis masyarakat enggan buang sampah di sungai," ucapnya.
Ia berharap ke depannya ikan gariang ini bisa menjadi salah satu potensi ekonomi dikembangkan sebagai oleh-oleh dari Sumbar. "Pasalnya Sumbar memiliki potensi ikan gariang yang banyak," tuturnya.next


Komentar