.
Ia mengajak masyarakat pesisir secara bersama-sama untuk timbul kesadaran mengurangi sekaligus membersihkan sampah di pantai. "Begitu juga dengan masyarakat di darat, kami juga sudah mengajak masyarakat di daerah pegunungan yang memiliki sungai untuk berpartisipasi mengurangi sampah," ucapnya.
Reti juga mengungkapkan Gerakan Bulan Cinta Laut dan aksi bersih pantai ternyata diperlombakan secara nasional. "Alhamdulillah, tahun lalu Sumbar menempati peringkat ke-3 dan Gubernur Sumbar mendapat penghargaan sebagai Gubernur Peduli Sampah di Laut yang diserahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI," sebutnya.
Sebenarnya, tutur Reti, bukan penghargaan yang diharapkan dengan Gerakan BCL dan aksi bersih pantai. "Yang lebih harapkan bagaimana pantai bersih, bagaimana wisata tetap jalan serta ekonomi nelayan meningkat," tukasnya.
Sementara Kabid PRL/PSDKP Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Marwan menjelaskan aksi bersih pantai ini untuk kedua kalinya diadakan selama tahun 2024. Sebelumnya, telah dilakukan Gerakan Bulan Cinta Laut bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipusatkan di Pantai Air Manis, Kota Padang.
"Program ini program rutin Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar. Pada tahun lalu empat kali dilakukan aksi bersih pantai. Dan tahun ini hanya dua kali. Kami berkomitmen kegiatan aksi bersih pantai ini rutin dilaksanakan setiap tahun," sebutnya.
Aksi bersih pantai ini, tutur Marwan, bertujuan untuk menjaga laut dan pantai dari sampah laut. Karena masalah sampah ini masalah serius maka perlu menjadi perhatian khusus.
"Kegiatan ini melibatkan puluhan siswa berasal dari tujuh SMA dan SUPM di Kota Pariaman, Polres Kota Pariaman, masyarakat, pedagang, nelayan, Lantamal II, dan UPT Kementerian Kelautan da Perikanan RI. Mereka merupakan agen dalam pembersihan pantai dan lingkungan. Semoga mereka sebagai agen bisa menularkan kepada masyarakat," harap Marwan. (*)


Komentar