FABN III Digelar di Unand, Aidinil: Ini Refleksi Mendalam Soal Adat Budaya Nusantara

Nasional- 05-09-2024 20:27
Suasana diskusi budaya Nusantara yang dipandu Sekretaris Unand, Aidinil Zetra dengan beberapa nara sumber di Convention Hall Unand, Kamis (5/9/2024). (dok : arunala.com)
Suasana diskusi budaya Nusantara yang dipandu Sekretaris Unand, Aidinil Zetra dengan beberapa nara sumber di Convention Hall Unand, Kamis (5/9/2024). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Universitas Andalas (Unand) Padang, menggelar Festival Adat dan Budaya Nusantara (FABN) III di Convention Hall Unand, Kamis (5/9/2024).

Festival ini bentuk kerja sama Unand dengan komunitas Masyarakat Adat Nusantara (Matra), sedangkan pesertanya berasal dari Raja, Sultan, Datok dan lainnya termasuk pemangku adat dari beberapa daerah di Indonesia dan luar negari.

Dalam paparannya, Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra mewakili Rektor menyampaikan, kegiatan FABN III ini diadakan juga dalam rangka dies natalis Unand ke-68.

"Kami menganggap kegaitan FABN III ini amat penting bagi Unand sehingga diintegrasikan dengan peringatan dies natalis Unand kami ini," kata Aidinil.

Dia menegaskan, kegiatan FABN III ini tidak sekadar perayaan semata, melainkan sebuah refleksi yang mendalam tentang keberadaan adat budaya semua di nusantara ini sebagai bangsa sejati.

"Perlu disadari, Nusantara adalah rumah bagi ribuan suku bangsa dengan adat dan budaya yang luar bisa unik," tukas Aidinil.

Setiap kekayaan adat dan budaya yang dinikmati, terangnya, adalah cerminan dan sejarah panjang yang butuh perjuangan para nenek moyang bangsa ini.

"Hari ini, kita berada dalam arus deras globalisasi yang tidak bisa dibendung. Dan persoalan terbesar kita adakah menurunnya kemampuan kita hidup bersama dalam keberagaman," kata Aidinil lagi.

Menurutnya ini penting bagi semua karena pada dasarnya, bangsa yang punya adat dan budaya yang beragam itu membutuhkan kemampuan untuk hidup secara sehat bersama.

"Kita melihat bangsa bangsa yang tidak memiliki teknologi, paling bangsa itu tertinggal, dan kalau ada bangsa yang tidak menguasai ekonomi, paling tidak bangsa itu miskin. Tapi kalau suatu bangsa yang tidak mampu hidup bersama dalam keberagaman secara sehat, bangsa itu pecah," ungkap Aidinil.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) III Sumatera Barat, KPH H Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah Adityadiningrat, menyebut, penyelenggaraan FABN ditujukan untuk mengantisipasi akulturasi yang terus terjadi di tengah masyarakatnext

Komentar