Roberia: Budaya Minangkabau Ajarkan Masyarakat Bereitka

Edukasi- 21-09-2024 11:00
Pj Wali Kota Pariaman, Roberia berikan masukan kepada penitia dan juga peserta seminar dalam mubes I Para guru mengajar mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau yang ada di Kota Pariaman, Sabtu (14/9/2024). (dok : istimewa)
Pj Wali Kota Pariaman, Roberia berikan masukan kepada penitia dan juga peserta seminar dalam mubes I Para guru mengajar mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau yang ada di Kota Pariaman, Sabtu (14/9/2024). (dok : istimewa)

Pariaman, Arunala.com - Para guru mengajar mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau dan dan alumni pendidikan mata pelajaran ini mengadakan musyawarah besar (mubes) I, sekaligus seminar yang diadakan di Balairung rumah dinas Wako Pariaman, Sabtu (14/9/2024).

Seminar yang mengangkat tema Kontribusi Pendidikan Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau bagi Indonesia Emas 2024 ini langsung dibuka Pj Wako Pariaman, Roberia dan juga para nara sumber seminar dari Unand Padang, MGMP dan PSBBSM.

Pada kegiatan itu Roberia mengapresiasi pelaksanaan seminar itu, karena hal ini menjadi sumber ilmu untuk pengembangan ilmu pengetahuan tentang budaya alam Minangkabau dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan.

“Termasuk juga etika, petatah-petitih adat, dan pola berperilaku masyarakat Minangkabau dalam kehidupan masyarakat kita,”imbuhnya.

Dia menyebut, Minangkabau merupakan salah satu daerah yang masih menjunjung budaya, masyarakat Minangkabau memiliki sebuah pegangan dengan menempatkan adat dan agama sebagai falsafah kehidupan.

Hal ini pula yang menjadi ciri khas Minangkabau, dimana hukum adat dan Al Quran berdampingan untuk mengatur tatanan masyarakat.

Maka, tidak heran apabila kebudayaan di Minangkabau kental akan nilai-nilai Islami dan terus lestari hingga sekarang.

“Kita sama-sama berharap, nantinya akan banyak orang-orang Minangkabau, generasi muda Minangkabau yang sukses menjadi tokoh-tokoh nasional di pusat nantinya, serta bagi pedidik menjadi menambah wawasan dalam menemukan kearifan lokal,” tutup Roberia mengakhiri.(*)

Komentar